• (031) 5997244

Tentang Jurusan Teknik Sipil

 

Latar Belakang

Sejalan dengan peradaban dan budaya manusia, pembangunan tetap terus berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas. Selaras dengan ini perkembangan yang dinamis dan kondusif teknologi konstruksi di Indonesia dalam menghadapi globalisasi yang dijiwai semangat otonomi daerah, maka sektor industri proyek konstruksi mempunyai peranan yang sangat penting. Untuk itu sangat dibutuhkan tenaga – tenaga ahli konstruksi yang berkualitas dan siap bersaing. Tenaga – tenaga ahli tersebut harus mempunyai kualifikasi profesi dan keilmuan yang memadai dan relevan untuk dapat memberikan pemecahan alternatif masalah di bidang Teknik Sipil

 

Tujuan Pendidikan

Pendidikan Teknik Sipil di ITATS bertujuan menyiapkan Sarjana-sarjana Teknik Sipil yang akan mampu berprestasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan bahkan pengelolaan proyek pada bangunan sipil, yang pada gilirannya akan mampu menganalisa dan memecahkan secara ilmiah dalam Bidang Teknik Sipil. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga Sarjana Teknik Sipil yang lebih spesifik, telah dibentuk Bidang Studi Konstruksi dan Bidang Studi Perhubungan.

 

Kompetensi Teknik Sipil

 

KONSENTRASI

Pada Jurusan Teknik Sipil ITATS mahasiswa dapat memilih satu diantara dua Konsentrasi yang diselenggarakan yaitu :

  1. Konsentrasi Konstruksi

    Bagi mahasiswa yang ingin mendalami masalah-masalah konstruksi sebuah gedung, jembatan, silo, hanggar dan sebagainya dapat memilih bidang studi ini. Materi-materi yang diberikan ditekankan pada :

    • Konstruksi Beton, Konstruksi Baja, Konstruksi Kayu, Dinamika Struktur, Beton Pratekan, Teknik Gempa dan lain-lain.

    Semuanya bertujuan menyiapkan sarjana-sarjana yang mampu menangani masalah-masalah yang dijumpai pada setiap bangunan sipil khususnya pada konstruksi tersebut di atas.

  2. Konsentrasi PerhubunganBagi mahasiswa yang ingin memilih menjadi ahli konstruksi sarana/prasarana perhubungan, dapat memilih bidang studi ini. Materi-materi yang ditekankan adalah :
    • Teknik Jalan Raya, Sistem Operasi Pelabuhan, Transportasi dan lain-lain.

    Diharapkan mahasiswa-mahasiswa di bidang studi ini akan menjadi ahli-ahli yang mampu menangani masalah-masalah yang timbul pada konstruksi sarana/prasarana perhubungan darat, laut maupun udara.

LAPANGAN PEKERJAAN

Lapangan pekerjaan untuk Sarjana Teknik Sipil dewasa ini dan masa-masa yang akan datang masih terus bertambah. Hal ini terlihat pada program Pemerintah dalam membangun Negara dan Bangsa Indonesia yaitu telah berjalannya Pembangunan secara berkesinambungan melalui Pembangunan Jangka Panjang Tahap ke II. Program pembangunan tersebut akan membuka lapangan pekerjaan di bidang Teknik Sipil yang berupa :

  1. Tenaga-tenaga Ahli dalam bidang Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengawasan serta Pengelolaan proyek-proyek Pembangunan Gedung-gedung Bertingkat, Jembatan- jembatan, Jalan Raya, Bendungan, Pelabuhan Laut dan Udara.
  2. Tenaga-tenaga Edukatif pada Perguruan-perguruan Tinggi.
  3. Tenaga-tenaga pada Lembaga-lembaga Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

 

Kurikulum Teknik Sipil

 

KURIKULUM

Konsep kurikulum dikembangkan dengan mengadopsi filosofi visi dan misi Jurusan Arsitektur ITATS. Disamping itu, kurikulum 2000 juga dirancang untuk menjawab beberapa isu-isu sentral, antara lain : tuntutan profesionalisme, standar kompetensi untuk menghadapi pasar bebas, dan upaya untuk tetap mempertahankan ciri dan potensi lokal yang dimiliki Indonesia. Dari konsep tersebut, dan merujuk pada Konsep Pendidikan abad 21 : pendidikan sepanjang hayat, maka konsep kurikulum 2000 dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Learning to know, dapat diperoleh melalui pendidikan umum.
  2. Learning to do, berperan untuk mendapatkan kompetensi yang memungkinkan seseorang mengatasi berbagai situasi.
  3. Learning to be, berperan untuk menentukan dan menggali kemampuan / bakat terpendam seseorang.
  4. Learning to live together, untuk menumbuhkan kesadaran bahwa resiko dan tantangan masa depan membutuhkan saling ketergantungan dan kebersamaan.

Dari rujukan tersebut dapat dijabarkan bebeapa pengelompokkan mata kuliah yang didasarkan atas Konsep Pendidikan Abad 21 – UNESCO dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, yaitu :

  • Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian ( MPK )
  • Mata Kuliah Ketrampilan dan Keahlian ( MKK )
  • Mata Kuliah Keahlian Berkarya ( MKB )
  • Mata Kuliah Perilaku Berkarya ( MPB )
  • Mata Kuliah Berkehidupan Bersama ( MBB )