• (031) 5997244

Tentang Jurusan Teknik Geologi

 

Latar Belakang

Telah disadari bersama bahwa pembangunan membutuhkan sumber daya alam yang sedemikian besar baik sumber daya energi (minyak dan gas bumi, batubara, panas bumi) dan sumber daya mineral (mineral logam dan non logam/bahan galian industri). Begitu juga pada era otonomi daerah saat ini dimana daerah diberi kewenangan untuk menggali segala potensi daerah yang dimiliki, terutama inventarisasi data-data sumber daya alam sangat diperlukan bagi tiap-tiap daerah tak terkecuali di daerah Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur.Seperti diketahui sumber daya alam mempunyai ciri non renewable resources artinya keberadaannya tidak dapat diperbaharui. Indonesia sebagai salah satu produsen Minyak dan Gas Bumi mendapat tantangan dalam aktivitas eksplorasi berupa terbatasnya cadangan besar pada mature area sedangkan pada frontier area menghadapi lingkungan alaamiah geologi yang rumit dan komplek. Hal ini jelas akan memerlukan finding and production costs yang cukup tinggi. Tantangan ini memerlukan kemampuan memecahkan masalah yang dapat mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu kebumian dengan dukungan teknologi tinggi.Salah satu faktor yang berpengaruh di dalam pencarian sektor minyak dan gas bumi adalah kurang animonya eksplorasi di Kawasan Indonesia Timur. Sejak dimulainya Industri sumber daya energi dibidang perminyakan penambangan minyak dan gas bumi telah terkonsentasi di kawasan Indonesia Barat, padahal hampir 2/3 dari seluruh cekungan sedimentasi yang telah diketahui terletak di Kawasan Indonesia Timur. Demikian juga dengan jumlah cekungan yang sudah dieksplorasi. Dari 14 cekungan yang dieksplorasi, 11 diantaranya terletak di Kawasan Indonesia Timur. Ini berarti belum sepenuhnya dieksplorasi dan dikembangkan potensinya. Begitu juga dengan sumberdaya energi lainnya (batubara, panas bumi) dan sumberdaya mineral (logam dan non logam) serta kemungkinan pengembangannya yang berwawasan lingkungan. Kebutuhan akan berbagai bahan sumber daya energi dan sumber daya mineral dengan berbagai tantangan ini menghendaki ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai dengan keadaan dan jaman yang ada ini. Pertanyaannya adalah tenaga ahli geologi seperti apakah yang perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi berbagai perkembangan dan tantangan dalam dunia industri sumber daya alam. Situasi yang ada kini serta perkiraaan masa depan menghendaki kualifikasi dan mutu ahli teknik geologi yang mungkin berbeda dengan keahlian yang diajarkan pada masa lampau. Untuk itu pengadaan pendidikan Teknik Geologi yang sesuai dengan perkembangan situasi agaknya perlu dipersiapkan. Demikian yang coba dikembangkan di Jurusan Teknik Geologi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) Jawa Timur sebagai jurusan baru dan pertama untuk teknik geologi di daerah Jawa Timur. Selama ini keberadaan pendidikan Teknik Geologi lebih banyak terkonsentrasi pada poros Bandung (ITB, UNPAD, Universitas Pakuan), Yogyakarta (UGM, UPN, STTNas, IST- Akprind) dan Jakarta (Trisakti). Untuk wilayah Jawa Timur, khususnya kopertis wilayah VII, ITATS pertama kali berani mencoba jurusan teknik geologi yang salah satu visinya menyiapkan sarjana teknik geologi profesional yang mampu berperan aktif dan positip dibidang eksplorasi sumberdaya mineral, sumberdaya energi serta tata lingkungan khususnya di wilayah Jawa Timur maupun Kawasan Indonesia Timur. Selain itu, dalam rangka otonomi daerah, maka beberapa wewenang dalam bidang pertambangan dilimpahkan kepada daerah, sehingga membuka peluang tentang sumberdaya manusia, hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Nomor 1453.K/29/MEM/2000 tanggal 3 November 2000 yang menyatakan persyaratan kualifikasi pendidikan minimal untuk menduduki jabatan dalam bidang pertambangan seperti pada Tabel 1.

Penyelenggaraan Program Studi Jurusan Teknik Geologi te4lah diperpanjang dan disetujui oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi-Depdiknas berdasarkan Nomer 3732/D/T/2004.Dalam pengembangan jurusan saat ini Jurusan Teknik Geologi mendapatkan hibah dari pemerintah melalui KPMPT-DIKTI Depdiknas selama 2 tahun yaitu Program Hibah Kompetisi (PHK) A1 tahun 2005 – 2006

 

Kompetensi Teknik Geologi

KONSENTRASI

Kurikulum Jurusan Teknik Geologi telah dipersiapkan untuk konsentrasi pada tahap Sarjana yang akan ditawarkan sesuai dengan kondisi yang mendukung. Ada 3 konsentrasi yaitu :

  1. Konsentrasi Geologi Sumberdaya Energi. Menitikberatkan pemahaman geologi tentang cara terbentuknya (genesa), cara terdapatnya serta teknik eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya energi (minyak dan gasbumi, batubara, panasbumi) serta pengelolaannya terhadap lingkungan.
  2. Konsentrasi Geologi Sumberdaya Mineral. Menitikberatkan pemahaman geologi tentang cara terbentuknya (genesa), cara terdapatnya serta teknik eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral (logam dan non logam/bahan galian industri) serta pengelolaannya terhadap lingkungan.
  3. Konsentrasi Geologi Tata Lingkungan. Menitikberatkan pemahaman geologi untuk perencanaan dan pengembangan wilayah yang berwawasan lingkungan (kars, pantai perkotaan, industri, pariwisata dll), informasi geologi untuk manajemen bencana alam (gunungapi, longsoran, patahan, gempabumi, erosi, banjir) serta pemanfaatan sumberdaya geologi berwawasan lingkungan (AMDAL).

 

LAPANGAN PEKERJAAN

Berdasarkan definisi dan bidang kekhususan yang ada, maka seorang sarjana Teknik Geologi dapat mengembangkan profesinya pada bidang-bidang: Eksplorasi Sumber Daya Mineral (mineral logam/non logam, bahan galian industri, dll), Eksplorasi Sumberdaya Energi (minyak dan gas bumi, batubara, panasbumi dll), Eksploitasi Pertambangan dan Minyak Bumi, Pemetaan / Inventarisasi Potensi Sumberdaya Alam, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Pemetaan Sumber Bencana Alam (gunungapi, gempa bumi, erosi, tanah longsor, dll), Konsultan Geoservis, Pekerjaan umum dan infrastruktur (bendungan, pelabuhan, jalan raya, konservasi air tanah), Transmigrasi dan Perumahan, Kesejahteraan dan Hankam, Pariwisata dan budaya, Pembinaan IPTEK dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.