Teknik Pertambangan

Tentang Jurusan Teknik Pertambangan

 

Latar Belakang

Kepercayaan akan kemampuan daerah untuk mengelola asetnya merupakan suatu langkah maju bangsa Indonesia dalam menuju keadilan yang merata. Pengelolaan aset dengan memanfaatkan sumber daya lokal sangat diperlukan akan kebutuhan sumber daya manusia yang siap pakai dalam segala bidang. Wilayah Timur dengan aset sumber daya alam yang sangat potensial khususnya di sektor pertambangan menjadi primadona di Indonesia. Aset Pertambangan yang pada umumnya terdiri dari bahan galian A, B maupun C sebagain besar belum tereksploitasi. Bahan galian golongan A di Wilayah Timur mempunyai cadangan yang sangat besar khususnya Minyak Bumi dan Gas Alam, diantaranya di Cepu, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo dan juga di Madura. Sedangkan untuk bahan galian golongan B juga ditemukannya cadangan emas, batu permata di wilayah Trenggalaek, Tulungagung. Cadangan bahan galian golongon C merupakan aset yang paling besar, dan hampir di seluruh kawasan timur terdapat bahan galian golongon tersebut. Sumber daya mineral, minyak dan gas bumi yang melimpah mengakibatkan Wilayah Timur menjadi incaran para investor baik dari dalam maupun luar negeri, tercatat 558 Surat Ijin Penambangan Daerah (SIPD) tersebar di seluruh kawasan Jawa Timur, baik BUMN yaitu Semen Gresik, Pertamina maupun yang dikelola swasta seperti Exon Mobile,Petrochina, Santa Fee, United Tractors dan sebagainya.

 

Kompetensi Teknik Pertambangan

 

KONSENTRASI

Kurikulum Jurusan Teknik Pertambangan telah dipersiapkan untuk konsentrasi pada tahap Sarjana yang akan ditawarkan sesuai dengan kondisi yang mendukung dikawasan timur yaitu bidang studi Tambang Umum

LAPANGAN PEKERJAAN

Lulusan teknik pertambangan dapat diserap pada sektor pertambangan yang meliputi kegiatan: penyelidikan umum (propeksi), eksplorasi, penambangan (eksploitasi), pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai ke pemasaran


Back to Top ↑