• (031) 5997244

09 Nov

  • By admin
  • In Opini
  • Comments Off

“Our Journey form Good to Great”, inilah value yang menjadi pegangan bagi Magister Teknik Lingkungan dalam pengembangannya. Proses belajar mengajar pun diupayakan agar selalu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa. Belajar dibuat lebih menyenangkan, dengan variasi proses pengajaran. Proses belajar di alam terbuka adalah salah satu pilihan agar materi pembelajaran dapat diserap dan dipraktekkan secara langsung di lapangan.

Mata kuliah Manajemen Sumberdaya Alam sangat sesuai jika proses pembelajarannya dilaksanakan di alam terbuka. Mahasiswa akan dapat mengamati secara langsung fenomena alam yang dijumpai. Pengukuran dan perhitungan potensi sumberdaya alam pun bisa dilakukan dalam kondisi riil.

Pada Minggu, 6 Nopember 2016, telah dilakukan field trip ke Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Wonosalam, Jombang. Kegiatan diikuti 24 mahasiswa Magister Teknik Lingkungan dengan disertai tiga dosen pendamping. Kajian sumberdaya alam dilakukan pada obyek mata air sumber Kendil Wesi, air terjun Selo Lapis, dan hutan lindung pengunungan Anjasmoro. Mahasiswa sangat menikmati kenyamanan proses belajar mengajar di alam terbuka kali ini.

Kekayaan fenomena alam membuat semuanya takjub akan dahsyatnya alam yang terbentang. Kekayaan alam yang memberikan jaminan kehidupan bagi banyak masyarakat. Field trip pun membangun kesadaran secara lebih dalam tentang pentingnya upaya-upaya pelestarian alam.

Kerjasama tim selama perjalanan juga menjadi terbentuk. Pada akhirnya, kuliah di alam terbuka membuat peserta berbahagia, karena selain dapat memperkaya ilmu, mahasiswa juga dapat menikmati keindahan alam. Semua mensepakati bahwa alam adalah kelas ternyaman, karena dahaga akan ilmu dapat terpuaskan. Selamat bergabung di Program Magister Teknik Lingkungan, terutama bagi masyarakat yang berminat mengembangkan kompetensi di bidang pengelolaan dan rekayasa lingkungan.