• (031) 5997244

25 May

Pada 20 – 21 Mei 2017, mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan, menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib para nelayan melalui kegiatan “Bedah Perahu”. Kegiatan ini merupakan bagian dari aktifitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di kampung Nelayan Nambangan kelurahan Kedung Cowek – Bulak Banteng, Surabaya.

“Bedah Perahu” berupa aktivitas renovasi perahu nelayan yang rusak agar dapat dipergunakan kembali dengan aman dan nyaman. Renovasi meliputi kegiatan perbaikan lambung perahu, pengecatan, dan pemberian anti fouling. Salah satunya dilakukan pada perahu nelayan berukuran 10 x 2 meter. Pada kesempatan “Bedah Perahu” kali ini, juga dilakukan penyerahan bantuan alat tangkap ikan kepada para nelayan.

“inilah peran serta aktif kami untuk membantu nelayan, dan kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan, serta dapat ditingkatkan kualitasnya”, demikian penjelasan Ibu Maria Margareta, selaku ketua jurusan Teknik Perkapalan. Bapak Muhammad Yajid, nelayan setempat menimpali, “kami berterimakasih kepada para mahasiswa dan dosen Jurusan Teknik Perkapalan, karena program ini sangat bermanfaat bagi kami, sebagian perahu di daerah ini memang perlu diperbaiki untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan, sehingga lebih mudah dipergunakan saat melaut”. Yasir Arafat, pun menambahkan, “kami selaku mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan sangat senang dengan dilaksanakannya program ini, karena dapat menambah pengalaman dan merasa lebih dekat dengan masyarakat, khususnya nelayan”

Selamat bergabung bagi rekan-rekan alumnus SMA/SMK dengan Jurusan Teknik Perkapalan yang telah terakreditasi B oleh BANPT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Pada September 2017 nanti, kita akan mulai memasuki proses belajar mengajar dengan fasilitas beasiswa dalam bentuk pembebasan Dana Pembangunan bagi 100 Pendaftar pertama. Dan…pada saatnya nanti, kita akan meraih kesuksesan besar melalui studi di Jurusan teknik Perkapalan. Mengutip nasehat Tan Malaka, “bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul, serta hanya memiliki cita-cita sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali”. Bravo Jurusan Teknik Perkapalan ! (Maria, red)