• (031) 5997244

07 Feb

Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk ini akan terisi udara, dan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

Bila lubang-lubang biopori bisa dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan sebidang tanah untuk meresapkan air diharapkan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air, maka akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah atau dengan kata lain dapat mengurangi bahaya banjir.

 

Secara alami kondisi demikian dapat dijumpai pada lantai hutan, yang dipenuhi serasah atau bahan organik di bagian permukaan tanahnya. Bahan organik ini selanjutnya menjadi bahan pakan (sumber energi) bagi berbagai fauna tanah untuk melakukan aktifitasnya, termasuk membentuk biopori. Pada ekosistem lantai hutan yang baik, sebagian besar air hujan yang jatuh di permukaan akan diresapkan ke dalam tanah.

Ekosistem seperti ini dapat ditiru di lokasi lain, dengan membuat lubang vertikal dalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput, dan sejenisnya. Bahan organik ini kelak akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah, sehingga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka, maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk.

Melihat kondisi kampus ITATS yang saat ini masih sering dijumpai genangan air di saat hujan, maka kami Mahasiswa Teknik Lingkungan merasa terpanggil untuk mencegah dan mengatasinya dengan pembuatan biopori. Diharapkan dengan adanya biopori, maka genangan air saat hujan dapat diminimalisir. Tujuan utama yang lain dari pembuatan biopori adalah merupakan bentuk kepedulian ITATS terhadap upaya mengkonservasi anugerah air tawar yang melimpah melalui hujan.