• (031) 5997244

07 Feb

  • By Tim Publikasi ITATS
  • In Berita
  • Comments Off

“Perancangan museum IPTEK sebagai pusat edukasi di Surabaya mempunyai banyak kelebihan”, demikian Didik Rianto, mahasiswa Jurusan Arsitektur, mengawali paparannya di hadapan tim penguji sidang Tugas Akhir beberapa waktu lalu. Hasil desain Tugas Akhir (TA) yang diselesaikannya berupa sejumlah wahana edukasi outdoor yang meliputi taman edukasi planet, taman edukasi air, dan juga taman sculpture. “Pada masing-masing wahana edukasi outdoor, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung lain, sehingga lebih leluasa dalam menikmati wahana, tentu saja dengan tetap mengenal kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disajikan”, Rianto melanjutkan penjelasannya.

Didik Rianto, mahasiswa Jurusan Arsitektur yang telah selesaikan karya Tugas Akhir nya

Desain Museum IPTEK karya Rianto

 

desain super kreatif adalah ciri karya mahasiswa Jurusan Arsitektur

Dalam karya desain TA yang diselesaikan dalam satu semester ini, selain menyediakan wahana outdoor, Rianto juga menyediakan wahana indoor, berupa wahana ilmu pengetahuan yang dipadukan dengan teknologi alat peraga. “Pada wahana indoor, pengunjung dapat bermain sambil belajar tentang beragam teknologi, misalkan ilmu gelombang, getaran, dan rambatan bunyi yang diaplikasian dalam teknologi telephone seluler”, dengan penuh semangat, Rianto kembali memaparkan kehebatan karya desain TA yang dibuatnya. Dengan penuh percaya diri Rianto menambahkan, “selain mempunyai wahana edukasi outdoor dan indoor, museum IPTEK juga menyediakan beberapa tempat penelitian yang didesain secara khusus. Bagi Pengunjung dengan minat sains dan teknologi di bidang kelapa sawit misalnya, maka pada museum disediakan ruang bernama Pusat Penelitian Sawit. Di dalam ruangan disajikan beragam informasi tentang perkembangan pengembangan kelapa sawit secara lengkap”

inovasi juga menjadi ciri khas karya mahasiswa Jurusan Arsitektur

Tugas Akhir merupakan proyek desain yang harus diselesaikan mahasiswa Jurusan Arsitektur sebelum yang bersangkutan dinyatakan lulus dan diberikan gelar Sarjana Arsitektur (S.Ars). Oleh karena itu, mahasiswa berupaya sekuat tenaga menyajikan karya desain terbaiknya dalam Sidang TA, seperti yang dilakukan Rianto. Sidang TA menjadi ajang adu kreatifitas bagi mahasiswa. Desain super kreatif menjadi kebanggaan para tim penguji Sidang TA. Jurusan Arsitektur sampai saat ini masih menjadi pilihan utama rekan-rekan lulusan SMK dan SMA. Dengan bergabung menjadi mahasiswa Arsitektur, maka kreatifitas dan inovasi desain pun akan terus diasah. Mahasiswa sangat antusias mempersiapkan diri menjadi Arsitek profesional, karena semua sarana prasarana pendukung telah disiapkan dan akan terus ditingkatkan. Rekan-rekan lulusan SMK dan SMA, segeralah bergabung menjadi mahasiswa Jurusan Arsitektur dan raih cita-cita menjadi arsitek kelas dunia (red. Rian)