• (031) 5997244

04 May

Pada 28 April 2017 lalu, rombongan Mahasiswa dan Dosen Magister Teknik Lingkungan (MTL) bersilatrrahim ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk melalui kegiatan kuliah lapangan. Kegiatan dimaksudkan untuk mempelajari proses produksi mi instan dan pengelolaan lingkungan di pabrik mie instant terbesar di Indonesia yang berada di Pasuruan tersebut. PT Indofood divisi mi instan telah meraih peringkat hijau pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Ini menandakan pengelolaan lingkungan PT Indofood berada level beyond compliance atau lebih baik dari persyaratan pemerintah. Komitmen pimpinan perusahaan yang tinggi pada pelestarian lingkungan mendorong seluruh divisi untuk terus melakukan perbaikan pengelolaan lingkungan. Kondisi inilah yang mendasari tujuan dilakukannya kunjungan, agar sivitas akademika MTL bisa belajar tentang sebuah komitmen untuk berperan dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan.

Kuliah lapangan dibuka dengan sesi presentasi profil perusahaan oleh Manager HSE PT Indofood, Richwan Isdarwanta, kemudian mahasiswa diajak melihat proses produksi dari anjungan pemantauan. Proses produksi mi instan diawali dengan mengaduk adonan mi dalam tabung besar dengan mesin pengaduk (mixer), untuk kemudian dicetak dan digoreng pada suhu tinggi. Selanjutnya mi didinginkan dan ditambahkan bumbu pelengkap sebelum dikemas. Semua proses dilakukan dengan mesin otomatis dan higienis, tentu saja dengan pengawasan ketat perusahaan.

Selain melihat proses produksi, mahasiswa meninjau Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (TPS LB3) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sebagai perusahaan yang mendapat PROPER Peringkat Hijau, pencegahan dan pengendalian pencemaran telah menjadi komitmen perusahaan. Hal ini nampak pada kondisi TPS LB3 yang bersih dan rapi, serta IPAL yang dikelilingi taman bunga yang asri dan dilengkapi kolam ikan koi untuk mengindikasikan air limbah yang diolah telah aman untuk dibuang ke lingkungan. Limbah B3 yang dikumpulkan di TPS LB3 dikirim secara rutin setiap tiga bulan ke PPLI Cileungsi untuk diolah sesuai prosedur pengolahan limbah B3. Meskipun biaya pengolahan limbah B3 sangat mahal, PT Indofood berkomitmen untuk melakukan pengolahan dengan benar dan menggunakan jasa perusahan pengolah limbah yang resmi dan bertanggungjawab. Dosen serta Mahasiswa dan Manager HSE PT Indofood melakukan diskusi di sekitar lokasi IPAL dan menguji air limbah dengan mengukur parameter Total Dissolved Solids (TDS). Hasil pengukuran TDS menunjukkan angka 348 ppm atau masih memenuhi baku mutu air untuk peruntukan air minum yaitu 500 ppm. Hal ini berarti, limbah sudah aman untuk dibuang ke badan air penerima di lingkungan sekitar.

Kunjungan setengah hari ini telah memberikan banyak pencerahan bagi semua tim yang mengikuti kegiatan. Bagi masyarakat yang juga konsen terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan, silahkan bergabung bersama Magister Teknik Lingkungan. Bersama-sama kita kembangkan kompetensi dan inovasi dalam rekayasa lingkungan terbaik, agar bumi ini dapat berkelanjutan (Daru, red)