• (031) 5997244

03 Sep

Oleh: Rony Prabowo, S.E., S.T., M.T. dan Drs. Moch. Kalam Mollah, M.Pd.I.

Desa Medowo merupakan sebuah Desa di Kecamatan Kandangan Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur. Sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani cengkeh. Saat ini, petani cegkeh tersebut mengeluh jika harga cengkeh pada saat panen seringkali mengalami penurunan. Produksi panen cengkeh juga semakin menurun karena umur pohon yang sudah tua dan diperlukan peremajaan. Dari pengamatan pengusul, di Desa Medowo tersebut terdapat kurang lebih 18 hektar pohon cengkeh yang dimiliki sekitar 60 keluarga. Sehingga, rata-rata setiap satu keluarga memiliki ladang seluas 300 m2.

Permasalahan utama yang harus diselesaikan adalah minyak atsiri yang dihasilkan masih berkualitas rendah dan bahan baku daun cengkeh yang sulit dicari, penataan lingkungan, pencarian bahan bakar alternatif yang lebih efisien, serta pembuatan jaringan pemasaran. Pada proses produksi, kedua mitra belum bisa menghasilkan minyak atsiri berbahan daun cengkeh dengan kualitas baik sehingga harganya relatif murah dan margin keuntungan rendah serta masih banyak hasil minyak atsiri yang ditolak. Untuk penataan lingkungan, terdapat permasalahan terkait dengan pengolahan limbah. Limbah penyulingan masih dibuang di sekitar tempat produksi dan berpotensi mencemari sumur atau sungai. Permasalahan bahan alternatif juga penting karena kedua mitra masih menggunakan kayu bakar yang diambil dari hutan sekitar, dimana hal ini berpotensi merusak hutan.

Dokumentasi Kegiatan

Berdasarkan pada beberapa permasalahan yang dihadapi mitra, maka pihak akademisi melakukan langkah-langkah untuk membantu memberikan solusi yang difokuskan pada proses produksi, lingkungan, dan pemasaran. Hasil yang diperoleh dari kerja sama tersebut adalah meningkatnya produktivitas minyak atsiri antara 10%–15% di setiap kali produksi, kualitas minyak atsiri yang semula kelas C atau D juga menjadi B. Selain itu, terbukanya jaringan pasar untuk memasarkan hasil penyulingan minyak atsiri. Untuk lingkungan penggunaan penyulingan skala kecil cukup dengan menggunakan alat yang dimodifikasi untuk produksi skala 40 ml–100 ml. Selain itu, juga dibuat limbah pengolahan yang baik dan bermanfaat sebagai pupuk. Untuk pemasaran, diperkenalkannya teknologi pemasaran global berbasis web atau blog serta pembuatan marketing tools sederhana namun sangat membantu pemasaran secara visual dan informatif. Selain itu, dampak sosial yang ditimbukan adalah usaha penyulingan minyak atsiri mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat, baik untuk pengusaha maupun para pekerjanya, sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya.