• (031) 5997244

01 Oct

Perubahan iklim tidak lagi hanya sekedar isu. Saat ini, fenomena dan dampaknya mulai dirasakan hampir di seluruh penjuru bumi. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya adaptasi sebagai bentuk antisipasi. Termasuk didalamnya adalah pengembangan teknologi yang dipergunakan dalam melakukan konservasi air. Demikian dipaparkan Dr. Ir. F. C. Boogaard di hadapan lebih dari 150 orang mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) pada acara kuliah umum. Dr. Ir. F. C. Boogaard yang biasa disapa Mr. Floris, merupakan seorang Profesor Spatial Transformations dari Hanze University di Belanda. Dalam kunjungan singkatnya di Indonesia selama tiga hari, Mr. Floris pun menyempatkan diri berbagi ilmu di ITATS melalui kegiatan kuliah umum bertajuk “Climate Change Adaptation and Water Conservation Technology”.

Dijelaskan bahwa, terdapat tiga kegiatan utama dalam melakukan konservasi air, yaitu kegiatan identifikasi permasalahan, menentukan target konservasi, dan melaksanakan semua yang telah direncanakan pada kegiatan pertama dan kedua. Dalam diskusi kuliah umum, seorang mahasiswa bertanya tentang hal-hal unik apakah yang dijumpai Mr. Floris selama beberapa kali kunjungannya ke Indonesia. Profesor yang kadang bertingkah lucu ini menjawab, “permasalahan lingkungan di Indonesia telah memasuki level sangat mengkhawatirkan, sehingga dibutuhkan upaya turun tangan dari semua pihak dengan keterlibatan penuh”

FTSP sebagai fakultas yang membawahi Jurusan (a) Teknik Sipil, (b) Arsitektur, (c) Teknik Lingkungan, (d) Desain Produk, dan (e) Magister Teknik Lingkungan, tentu saja siap terlibat penuh dalam kegiatan penyelamatan kelestarian lingkungan. Melalui penciptaan lulusan berkualitas dengan bekal keilmuan berwawasan lingkungan yang memadai, adalah salah satu bentuk kontribusi keterlibatan FTSP. Masyarakat pun dapat bergabung menyelamatkan bumi dari pengaruh perubahan iklim, melalui peningkatan kompetensi keilmuan, dengan menempuh studi pada salah satu Jurusan dari lima Jurusan yang dikelola FTSP. Selamat bergabung dan bersama kita selamatkan bumi. (Red ULF)