ITATS Bekali Siswa SMKN 8 Surabaya Membangun Portofolio Digital Profesional Melalui Pelatihan GitHub
Di era transformasi digital, memiliki kemampuan teknis saja tidak lagi cukup untuk bersaing di dunia kerja. Industri kini semakin memperhatikan portofolio digital, rekam jejak kontribusi, serta identitas profesional yang dapat diakses secara daring. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan GitHub untuk Publikasi Identitas Profesional di Dunia Digital” yang dilaksanakan di SMK Negeri 8 Surabaya. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan membangun personal branding melalui platform GitHub sebagai persiapan memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Perkembangan teknologi telah mengubah cara perusahaan merekrut talenta. Jika sebelumnya Curriculum Vitae (CV) menjadi dokumen utama, kini banyak perusahaan, khususnya di bidang teknologi dan industri kreatif, juga menilai kemampuan kandidat melalui portofolio digital. GitHub menjadi salah satu platform yang banyak digunakan untuk menampilkan proyek, dokumentasi, hingga rekam jejak pengembangan sebuah karya. Namun, berdasarkan hasil observasi di SMKN 8 Surabaya, sebagian besar siswa masih memanfaatkan GitHub sebatas tempat menyimpan tugas praktik dan belum memahami potensinya sebagai media publikasi identitas profesional.
Melalui program pengabdian ini, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi ITATS memberikan pelatihan yang dirancang secara komprehensif dan aplikatif. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan Git dan GitHub, pembuatan serta pengelolaan repository, penyusunan dokumentasi proyek menggunakan README, pengelolaan profil GitHub yang profesional, hingga pembuatan website portofolio menggunakan GitHub Pages. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai strategi membangun personal branding digital dan cara mempresentasikan portofolio kepada calon pemberi kerja.
Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan empat kali pertemuan yang mengombinasikan metode blended learning, meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, tanya jawab, games, dan ice breaking. Pendekatan tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif sehingga siswa lebih mudah memahami konsep-konsep baru, terutama bagi peserta yang sebelumnya belum pernah menggunakan GitHub. Meskipun sempat menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat laboratorium dan koneksi internet, kegiatan tetap berjalan dengan baik berkat dukungan pihak sekolah dan kerja sama seluruh peserta.
Salah satu fokus utama pelatihan adalah membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya identitas digital profesional. Tim pengabdian menjelaskan bahwa portofolio bukan hanya kumpulan tugas sekolah, melainkan aset yang dapat meningkatkan peluang diterima bekerja atau melanjutkan pendidikan. Dengan GitHub, siswa dapat mendokumentasikan hasil karya secara lebih terstruktur, mudah diakses, dan mampu menunjukkan proses pengerjaan proyek secara profesional. Pendekatan ini juga membantu siswa memahami bahwa membangun jejak digital positif perlu dilakukan sejak dini sebagai investasi karier jangka panjang.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Siswa aktif mengikuti praktik, berdiskusi, hingga mempresentasikan hasil portofolio yang telah mereka bangun. Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu membuat akun GitHub yang lebih profesional, mengunggah proyek beserta dokumentasinya, serta mempublikasikan website portofolio sederhana yang dapat diakses secara online. Kemampuan ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK, khususnya bagi siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang ingin menampilkan karya kreatif mereka kepada dunia industri.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Sistem Informasi ITATS kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Pelatihan pemanfaatan GitHub tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan budaya dokumentasi, kolaborasi, dan personal branding yang semakin dibutuhkan di era digital. Diharapkan, program ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja berbasis teknologi.
