ITATS Tingkatkan Kompetensi Guru SMK Negeri 10 Surabaya melalui Pelatihan IoT Berbasis ESP32
Surabaya – Program Studi Sistem Informasi bersama Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (FTETI) Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kemampuan Guru SMK melalui Pelatihan Internet of Things (IoT)”. Pelatihan bagi guru SMK Negeri 10 Surabaya ini berlangsung selama lima hari, 13–17 Juli 2026, di kampus ITATS.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi guru, khususnya dari bidang Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dalam memanfaatkan Arduino dan ESP32 sebagai media pembelajaran. Peserta tidak hanya mempelajari konsep dasar IoT, tetapi juga mempraktikkan akuisisi data sensor, pengendalian aktuator, komunikasi perangkat, serta penyajian informasi melalui dashboard monitoring.
Internet of Things menghubungkan sensor, perangkat pemroses, konektivitas, dan antarmuka pengguna agar data dapat dipantau atau digunakan untuk mengendalikan sistem dari jarak jauh. Dalam pelatihan ini, ESP32 dipilih karena telah mengintegrasikan kemampuan pemrosesan dengan konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth, sehingga sesuai untuk memperkenalkan sistem tertanam dan pengembangan prototipe IoT di lingkungan pendidikan.
Materi disusun bertahap agar dapat diadaptasi menjadi pembelajaran berbasis proyek pada Kurikulum Merdeka Fase F. Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu mengembangkan modul praktikum yang tidak berhenti pada teori, tetapi mengajak peserta didik merancang, memprogram, menguji, dan mengevaluasi solusi otomasi sederhana.
Pada hari pertama, peserta memperoleh pengantar Arduino, aplikasi, dan perangkat keras. Hari kedua dilanjutkan dengan pemrograman input-output, pembacaan sensor, dan pengendalian aktuator. Tahapan awal ini menjadi fondasi sebelum peserta menggunakan perangkat dengan konektivitas yang lebih lengkap.

Memasuki hari ketiga, peserta dikenalkan pada Arduino dan ESP32, termasuk karakteristik serta kemampuan komunikasi nirkabelnya. Hari keempat difokuskan pada implementasi ESP32 dan komunikasi data, sehingga perangkat dapat terhubung ke jaringan dan bertukar informasi sebagai dasar sistem IoT.
Pelatihan ditutup pada hari kelima melalui proyek akhir sistem otomasi dan dashboard monitoring. Peserta mengintegrasikan pembacaan sensor, pengolahan data, pengendalian aktuator, dan visualisasi informasi. Dengan alur tersebut, peserta memperoleh gambaran utuh mengenai proses membangun aplikasi IoT, mulai dari data di lapangan hingga informasi yang tampil pada antarmuka pengguna.
Praktik menggunakan modul trainer yang memadukan ESP32 dengan sejumlah komponen, antara lain sensor temperatur dan kelembapan, tombol, potensiometer, relai, lampu indikator, motor DC, dan motor stepper. Trainer tersebut membantu peserta memahami hubungan antara input, proses, output, dan komunikasi data melalui studi kasus yang konkret.
Selama kegiatan berlangsung, para guru menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi, praktik, dan pemecahan masalah. Perbedaan pengalaman awal peserta ditangani melalui pendampingan langsung dan penyampaian materi secara bertahap. Tim pelaksana juga mencatat bahwa komponen trainer dan skenario praktik dapat berfungsi dengan baik selama pelatihan.
Kegiatan dipimpin oleh Wahyu Setyo Pambudi, S.T., M.T., bersama Isa Albanna, S.Si., M.Si., dan Andy Suryo Winoto, S.Pd., M.T. Kolaborasi lintas Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Elektro memungkinkan peserta memperoleh perspektif yang saling melengkapi, mulai dari pengelolaan data dan antarmuka hingga perangkat keras, sensor, serta otomasi.

Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pelatihan diterima secara positif dan membantu meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep serta implementasi dasar IoT. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada siswa melalui proyek pembelajaran, seperti sistem pemantauan lingkungan, otomasi sederhana, atau prototipe smart home.
Kegiatan ini turut memperkuat rekam kolaborasi ITATS dengan SMK Negeri 10 Surabaya. Sebelumnya, Program Studi Sistem Informasi ITATS juga telah menyelenggarakan pelatihan dasar Model-View-Controller (MVC) pada PHP bagi siswa sekolah tersebut. Rangkaian kolaborasi ini menunjukkan pentingnya kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi dalam memperkuat kompetensi digital.
Ke depan, kegiatan dapat dikembangkan melalui materi lanjutan, pendampingan penyusunan modul, serta proyek kolaboratif yang melibatkan guru dan siswa. Melalui pelatihan IoT berbasis ESP32 ini, ITATS menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi sekaligus mendukung guru SMK agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja digital.