Pengabdian Masyarakat
Bau Limbah Berubah Jadi Harum Cuan: Mahasiswa KKN Teknik Industri ITATS Ajak Warga Sidomojo Olah Kompos Bernilai Jual
Sidomojo, 18 dan 20 Juli 2025 – Mengubah limbah menjadi sumber manfaat bukanlah hal yang mustahil. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Teknik Industri ITATS melalui program kerja inovatif yang dilaksanakan di Desa Sidomojo. Selama dua hari, mereka menggelar praktek pembuatan kompos dan sosialisasi pengolahan kompos dari kotoran hewan (kohe) dan kasgot (sisa pakan maggot) bagi warga desa.

Langkah Nyata Mengatasi Masalah Limbah
Desa Sidomojo selama ini menghadapi persoalan limbah organik, terutama dari kotoran hewan dan sisa pakan maggot yang belum dikelola secara optimal. Melihat hal ini, mahasiswa KKN TI ITATS menghadirkan solusi melalui pelatihan pengolahan kompos dengan tahapan yang sederhana namun efektif, yaitu:
- Pengumpulan bahan: kohe dan kasgot dikumpulkan dari sumber-sumber di desa.
- Pencampuran bahan: bahan dicampur dengan komposisi yang tepat untuk memastikan kualitas kompos.
- Fermentasi: proses pembusukan alami yang membantu mempercepat pembentukan kompos.
- Aerasi: pengadukan rutin untuk menjaga sirkulasi udara dan mempercepat dekomposisi.
- Pengayakan menggunakan mesin pengayak dari mahasiswa KKN TI ITATS, sehingga dihasilkan kompos yang halus dan siap digunakan.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan teori tetapi juga mendampingi warga secara langsung dalam praktik pengolahan kompos.
Sosialisasi dan Dukungan untuk Warga
Selain praktik, mahasiswa KKN TI ITATS juga mengadakan sesi sosialisasi pengolahan kompos. Dalam kegiatan ini, warga diberikan pemahaman tentang manfaat kompos bagi lingkungan, potensi penjualan kompos sebagai sumber pendapatan tambahan, serta cara sederhana mengolah limbah organik di rumah.

Sebagai bentuk dukungan, setiap warga yang hadir pada sosialisasi juga mendapatkan sampel kompos gratis yang bisa mereka gunakan untuk menyuburkan tanaman di rumah masing-masing.
Disambut Antusias Warga
Program kerja ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Sidomojo. Banyak warga merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini karena mampu memberikan solusi terhadap permasalahan limbah organik yang selama ini dihadapi. “Kami senang sekali dengan program ini. Sekarang kami tahu cara mengolah limbah jadi pupuk yang bermanfaat. Bahkan, kalau dikelola dengan baik, kompos ini bisa dijual dan membantu ekonomi warga,” ujar salah satu warga yang mengikuti sosialisasi.

Menuju Ekonomi Sirkular di Desa Sidomojo
Hasil kompos yang telah matang memiliki potensi besar untuk dipasarkan sebagai pupuk organik. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan ekonomi sirkular di Desa Sidomojo, di mana limbah tidak hanya berkurang tetapi juga menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Mahasiswa KKN TI ITATS berharap program ini dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.
“Kami ingin warga bisa mandiri dalam mengolah limbah sekaligus memanfaatkan hasilnya untuk meningkatkan kesejahteraan”.
Ungkap salah satu mahasiswa KKN TI ITATS. Melalui inovasi sederhana ini, Desa Sidomojo menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata. Limbah yang sebelumnya dianggap masalah kini menjadi sumber keberkahan bagi lingkungan dan ekonomi warga.