Laboratorium Perancangan Bisnis Rantai Pasok mengadakan Pelatihan Software POM-QM dan  Expert Choice

Laboratorium Perancangan Bisnis Rantai Pasok telah mengadakan pelatihan Software Autodesk inventor, Software POM-QM dan Software Expert Choice. Pelatihan ini diselenggarakan untuk mendukung Praktikum Terintegrasi 2. Pelaksanaan pelatihan tanggal 21 dan 23 November 2025 dan diikuti oleh 65 mahasiswa Teknik Industri ITATS.

Software POM-QM (Production and Operations Management–Quantitative Methods) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah kuantitatif dalam bidang manajemen operasi. Program ini menyediakan berbagai metode analisis seperti penjadwalan, perencanaan produksi, manajemen persediaan, dan model-model optimasi agar keputusan menjadi lebih sistematis serta berbasis perhitungan.

Software Expert Choice adalah perangkat lunak berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menyusun prioritas dan memilih alternatif berdasarkan banyak kriteria. Aplikasi ini membantu pengguna melakukan perbandingan berpasangan antar kriteria maupun alternatif, kemudian menghasilkan bobot prioritas serta tingkat konsistensi penilaian. Dengan demikian, Expert Choice mendukung pengambilan keputusan yang terstruktur, transparan, dan logis.

Menurut Kepala Laboratorium  Perancangan Bisnis Rantai Pasok Ibu Dr. Suhartini, ST, MT pelatihan Pelatihan Software POM-QM dan Expert Choice mempunyai tujuan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menggunakan perangkat lunak POM-QM dan Expert Choice sebagai alat bantu analisis dan pengambilan keputusan.
  2. Mendukung praktikum laboratorium melalui kemampuan perhitungan kuantitatif (POM-QM) dan penyusunan prioritas berbasis kriteria (Expert Choice).
  3. Melatih mahasiswa menerapkan metode kuantitatif untuk menyelesaikan permasalahan dalam perancangan rantai pasok, seperti perencanaan, optimasi, dan evaluasi skenario.
  4. Membuat pengambilan keputusan yang terstruktur dan berbasis data, khususnya pada saat membandingkan alternatif berdasarkan beberapa kriteria.
  5. Meningkatkan keterampilan analitis dan dokumentasi hasil agar mahasiswa mampu menginterpretasikan luaran perangkat lunak secara tepat dan menyajikannya dalam bentuk laporan praktikum.

Similar Posts