
























































































































































































































































{"id":2734,"date":"2016-02-02T13:28:28","date_gmt":"2016-02-02T06:28:28","guid":{"rendered":"http:\/\/if.itats.ac.id\/?p=302"},"modified":"2016-02-02T13:28:28","modified_gmt":"2016-02-02T06:28:28","slug":"catat-peserta-terbanyak-di-indonesia-ggj-2016-surabaya-berlangsung-seru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/catat-peserta-terbanyak-di-indonesia-ggj-2016-surabaya-berlangsung-seru\/","title":{"rendered":"Catat Peserta Terbanyak di Indonesia, GGJ 2016 Surabaya Berlangsung Seru!"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_239260\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/duniaku-ggj2016indonesia-1.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-K00F]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-K00F]\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-239260 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/duniaku-ggj2016indonesia-1.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"600\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Suasana pembukaan GGJ 2016 di Surabaya<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Duniaku.net &#8211; Dalam tiga hari,\u00a0puluhan ribu developer game di seluruh dunia berkolaborasi\u00a0membuat game selama tiga hari di Global Game Jam (GGJ) 2016. Termasuk di Indonesia, dimana GGJ 2016 Surabaya kembali tercatat sebagai kota dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia!<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<div class=\"readmore-inline\">\n<section><a href=\"http:\/\/www.duniaku.net\/2016\/01\/30\/ggj-2016-indonesia-hub-liputan\/\"><img decoding=\"async\" class=\"td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/cover-ggj2016.jpeg\" alt=\"\" width=\"100%\" height=\"auto\" \/><\/a><\/p>\n<h4>GGJ 2016 Dimulai, Saatnya Berinovasi, Bereksperimen dan Berkolaborasi!<\/h4>\n<\/section>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\">Seru! Mungkin itu satu kata yang pas untuk menggambarkan bagaimana jalannya <a href=\"http:\/\/www.duniaku.net\/2016\/01\/30\/ggj-2016-indonesia-hub-liputan\/\">Global Game Jam (GGJ) 2016<\/a> di Surabaya. Bagi yang belum tahu, selama akhir pekan terakhir Januari 2016 kemarin, developer game di seluruh dunia bersama-sama membuat game selama 48 jam penuh. Tak terkecuali di Indonesia, dimana ada sembilan kota yang menggelar GGJ 2016 ini. Selain Surabaya, ada juga Denpasar, Malang, Yogyakarta, Semarang, Depok, Bandung, Jakarta dan Makassar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Antusiasme developer game dalam menyambut GGJ tampak terus meningkat setiap tahunnya. Duniaku sendiri mendapatkan kesempatan untuk meliput pelaksanaan <a href=\"http:\/\/www.duniaku.net\/2015\/11\/24\/preview-global-game-jam-2016-indonesia\/\">GGJ 2016<\/a> selama tiga hari, 29 hingga 31 Januari 2016 kemarin. Faktanya, dari tahun ke tahun jumlah peserta terus meningkat, bukan hanya di Surabaya saja melainkan juga di seluruh site (tempat pelaksanaan) Indonesia. Untuk Surabaya sendiri, tahun ini kembali mempertahankan \u201cprestasi\u201d tahun lalu, dimana jammer (peserta) yang mengikuti GGJ 2016 Surabaya merupakan jumlah peserta terbanyak dari seluruh site di Indonesia. Total ada 164 peserta yang terdaftar awalnya, lantas disaring oleh panitia hingga 115, dan yang bertahan di site hingga acara selesai ada 95 orang!<\/p>\n<figure id=\"attachment_239421\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-10.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-K00F]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-K00F]\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-239421 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-10.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"533\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Dari kiri ke kanan: Maulidan Bagus, Eka Pramudita, Tedo Salim, Yanuar Tanzil dan MC Ruben<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Sama seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, dalam GGJ 2016 Surabaya peserta bukan hanya membuat game bersama tim yang berisi orang-orang baru (yap, karena sistem pembentukan tim dalam GGJ 2016 adalah acak, dan baru dibentuk saat hari H), akan tetapi mereka juga banyak mendapatkan ilmu dari beberapa senior di industri game Surabaya. Sebagai contoh di hari pertama, peserta mendapatkan \u201cbekal\u201d game jam dari empat developer game senior Surabaya, seperti Eka Pramudita Muharram (Mojiken Studio), Yanuar Tanzil (I Play All Day Studio), Maulidan Bagus (Maulidan Games) dan Tedo Salim (Alkemis Games). Mereka membagikan tips trik untuk menjalani game jam, sekaligus memberikan beberapa insight menarik seputar industri game di Indonesia.<\/p>\n<figure id=\"attachment_239412\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-1.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-K00F]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-K00F]\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-239412 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-1.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"600\" height=\"800\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Ramadhany Candra, ketua komunitas Game Developer Arek Suroboyo<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu, di hari pertama peserta juga mendapatkan tips dan trik mengikuti game jam dari Ramadhany Candra, ketua Komunitas Game Developer Arek Suroboyo sekaligus ketua panitia GGJ 2016 Surabaya ini. Hari pertama juga diwarnai dengan pembuatan Hello Video yang diikuti oleh seluruh jammer.<\/p>\n<figure id=\"attachment_239413\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-2.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-K00F]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-K00F]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-239413 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-2.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"600\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Persiapan pembuatan Hello Video<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan banyaknya peserta yang mengikuti game jam, panitia sempat dibuat kerepotan saat membentuk tim di hari pertama. Akhirnya, di GGJ 2016 Surabaya terbentuk 24 tim, dimana satu tim membuat board game. Bukan hanya peserta saja yang membuat game, panitia yang selama tiga hari berada di site juga \u201cgatal\u201d ingin ikut membuat game. Jadinya, total ada 28 game yang dibuat selama GGJ 2016 Surabaya, dimana empat game sisanya dibuat oleh tim yang terbentuk dari panitia! Bahkan, ada satu tim panitia yang sangat \u201cbersemangat\u201d dan bisa menghasilkan tiga game, dimana salah satunya merupakan <a href=\"http:\/\/globalgamejam.org\/2016\/games\/bottle-djinn\">game fisik<\/a> yang hanya dibuat dalam waktu 3 menit saja, plus satu <em>board game<\/em> dan satu game digital!<\/p>\n<figure id=\"attachment_239261\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/duniaku-ggj2016indonesia-2.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-K00F]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-K00F]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-239261 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/duniaku-ggj2016indonesia-2.jpg\" alt=\"ggj 2016 surabaya\" width=\"800\" height=\"402\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Suasana pembentukan tim di Surabaya<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_239422\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-12.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-K00F]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-K00F]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-239422 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-12.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"533\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Brainstorming sebelum mulai nge-jam<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Di hari kedua, para jammer juga kedatangan presentasi dari Dicoding yang menjelaskan mengenai hub terbesar developer di Indonesia tersebut. Selain itu, di hari kedua ini Masdito Bachtiar juga tidak lupa membagikan ilmu dan tips bagaimana membuat musik game yang cepat. Ilmu ini tentu dimanfaatkan dengan baik oleh para jammer, mengingat waktu mereka yang semakin menipis untuk membuat game.<\/p>\n<figure id=\"attachment_239423\" class=\"wp-caption aligncenter\" style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-13.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-9RIz]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-9RIz]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-239423 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-13.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"533\" height=\"800\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Masdito Bachtiar<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-6.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-9RIz]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-9RIz]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-239417 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-6.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"455\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-14.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-9RIz]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-9RIz]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-239424 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-14.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"533\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gelaran GGJ 2016 Surabaya ditutup dengan presentasi game dari masing-masing tim. Aksi MC yang kocak dari Ruben membuat sesi presentasi game ini sedikit bercampur dengan stand up comedy, sehingga mencerahkan kembali suasana meskipun para peserta sudah lelah setelah membuat game 48 jam nonstop. Masing-masing tim pun mulai mempresentasikan hasil interpretasi mereka terhadap tema GGJ 2016 \u201cRitual!\u201d, dimana sebagian besar tim menginterpretasikannya dengan ritual-ritual mistis, mulai dari babi ngepet, jelangkung dan sebagainya. Hanya ada beberapa tim yang menginterpretasikannya dengan gaya yang \u201cnyeleneh\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-8.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-9RIz]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-9RIz]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-239419 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-8.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"521\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-7.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-9RIz]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-9RIz]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-239418 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-7.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"535\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah jeda sholat maghrib dan juga makan malam, acara kembali dilanjutkan dengan sesi awarding. Yang menarik, rupanya panitia membawa kejutan, dimana satu game\u00a0terbaik di GGJ 2016 Surabaya ini mendapatkan dua tiket untuk menghadiri\u00a0Casual Connect Singapura 2016! Akhirnya, Tim Tidak Harmonis dengan game-nya yang berjudul <strong><a href=\"http:\/\/globalgamejam.org\/2016\/games\/pagan-uprising\">Pagan Uprising<\/a><\/strong> berhasil meraih hadiah \u201ckejutan\u201d ini. Sebagai informasi, GGJ 2016 Indonesia ini memang salah satunya didukung oleh Casual Connect dan Indie Prize, dan tim terbaik di beberapa jam site Indonesia (tidak semua site mengikuti format ini)\u00a0berhak mendapatkan <del>dua<\/del>\u00a0satu tiket masuk ke Casual Connect Asia 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-9.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-9RIz]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-9RIz]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-239420 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-9.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"527\" \/><\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_239426\" class=\"wp-caption aligncenter\" style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-16.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-9RIz]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-9RIz]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-239426 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-16.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"533\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Tim Tidak Harmonis dengan game Pagan Uprising yang menjadi game terbaik<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain hadiah kejutan ini, sesi awarding juga memberikan beberapa gelar untuk berbagai kategori yang dipilih berdasarkan penilaian dari tim juri dan panitia, antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Best Teamwork: <a href=\"http:\/\/globalgamejam.org\/2016\/games\/fighting-giant\">Team Luck &amp; Logic (Fighting the\u00a0Giant)<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Most Unique Game: <a href=\"http:\/\/globalgamejam.org\/2016\/games\/keramat-quiz\">Team Keramat (Keramat)<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Best Theme Implementator: <a href=\"http:\/\/globalgamejam.org\/2016\/games\/doll-ghosts\">Team Last Minute (Doll &amp; Ghost)<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Most Innovative Game: Team <a href=\"http:\/\/globalgamejam.org\/2016\/games\/ngepet-simulator-4\">First Blood (Ngepet Simulator)<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cGGJ 2016 Surabaya tahun ini seru sekali sih, meskipun gak sempat ikutan nge-jam, tapi senang melihat hasil-hasil tahun ini,\u201d ungkap Ramadhany Candra, ketua panitia GGJ 2016 Surabaya kepada Duniaku.net. \u201cMeskipun lebih banyak pendatang baru, tetapi game yang dihasilkan ternyata sudah keren-keren,\u201d lanjutnya. Yap, GGJ 2016 Surabaya tahun ini pesertanya datang dari kalangan yang lebih beragam. Ada satu peserta yang masih duduk di kelas X SMA, bahkan ada yang sudah berstatus dosen di salah satu perguruan tinggi Surabaya. Selain itu, GGJ 2016 Surabaya ini juga diikuti oleh beberapa peserta dari luar kota seperti Malang dan Kediri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-15.jpg\" data-rel=\"lightbox[gallery-9RIz]\" data-lightbox-gallery=\"lightbox[gallery-9RIz]\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-239425 td-animation-stack-type0-1\" src=\"http:\/\/img.duniaku.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/duniaku-ggj2016surabaya-15.jpg\" alt=\"GGJ 2016 Surabaya\" width=\"800\" height=\"533\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika ditanya harapannya untuk penyelenggaraan GGJ Surabaya tahun depan, Candra berharap tahun depan jumlah pesertanya lebih banyak lagi. \u201cHarapannya tahun depan harus bisa lebih ramai lagi! Selain itu, harus ada juga peningkatan dari segi kesiapan acara agar lebih terkonsep dengan rapi, dan infrastruktur juga harus lebih siap,\u201d pungkas Candra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi kamu yang penasaran dengan game-game yang dihasilkan selama GGJ 2016 Surabaya (selain beberapa yang sudah penulis sebutkan di atas), kamu bisa memainkannya gratis, atau mungkin mempelajari kode sumbernya melalui <a href=\"http:\/\/globalgamejam.org\/2016\/jam-sites\/global-game-jam-surabaya-institut-teknologi-sepuluh-nopember\/games\">halaman resmi GGJ 2016 Surabaya<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimana serunya penyelenggaraan GGJ di kota-kota lain? Ikuti terus liputannya di Duniaku ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sumber:\u00a0<a href=\"\/\/duniaku.net\/2016\/02\/01\/liputan-game-ggj-2016-surabaya\" target=\"_blank\">duniaku.net\/2016\/02\/01\/liputan-game-ggj-2016-surabaya<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suasana pembukaan GGJ 2016 di Surabaya Duniaku.net &#8211; Dalam tiga hari,\u00a0puluhan ribu developer game di seluruh dunia berkolaborasi\u00a0membuat game selama tiga hari di Global Game Jam (GGJ) 2016. Termasuk di Indonesia, dimana GGJ 2016 Surabaya kembali tercatat sebagai kota dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2800,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[20,10],"tags":[14,28,29],"class_list":["post-2734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-external-news","category-news","tag-game","tag-game-jam","tag-ggj"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2734"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2734\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/teknikinformatika\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}