Kampus Berdampak 2026 Program Studi Teknik Kimia ITATS

Kegiatan Kampus Berdampak di YPI Al-Ma’rufah Pondok Pesantren Sabilunnajah, Watutulis Utara, Kec.Prambon, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur.

Surabaya – Kampus Berdampak 2026 merupakan inisiatif strategis perguruan tinggi dalam memperkuat peran kampus sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat agar menghasilkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan. Program Studi Teknik Kimia Institut teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) telah berhasil menyelesaikan Program Studi yaitu Kampus berdampak tahun 2026, berlangsung selama 1 hari  yang difokuskan pada Lokasi YPI Al-Ma’rufah Pondok Pesantren Sabilunnajah, Watutulis Utara, Kec.Prambon, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan Bertemakan “Sosialisasi dan Pelatihan Peningkatan dan Keterampilan Pengolahan Pangan dan Produk Kebersihan untuk Mendukung Kemandirian Siswa Al-Ma’rufah Pondok Pesantren Sabilunnajah”, Program ini melibatkan 40 Mahasiswa serta  dosen pembimbing dari Program Studi Teknik Kimia ITATS.

Prof. Dr. Agus Budianto, S.T., M.T.,  selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Kampus Berdampak, menyatakan bahwa “Sebagai dosen pembimbing, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini. Kesuksesan program tidak hanya tercermin dari kelancaran teknis dan antusiasme peserta, tetapi juga dari sinergi yang kuat antara mahasiswa, dosen, dan mitra masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perencanaan yang matang, kerja tim yang solid, serta komitmen untuk memberi dampak nyata mampu menghasilkan pengabdian masyarakat yang bermakna dan berkelanjutan.

Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan pondok pesantren atas dukungan, kepercayaan, dan kerja sama yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak.”

Membuat Mayones sehat tanpa menggunakan telur

Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, tim Kampus Berdampak ITATS menggelar Program kampus Berdampak yang berfokus pada santri-santriwati  YPI Al-Ma’rufah Pondok Pesantren Sabilunnajah, Watutulis Utara, Kec.Prambon, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur mengenai cara pembuatan Mayones sehat tanpa menggunakan telur. Kegiatan ini berlangsung pada lingkungan pondok yang disambut dengan antusiasme tinggi. Para santri tidak hanya belajar belajar tentang teorinya, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan dari awal hingga akhir.

Edukasi Kesehatan: Produksi Mandiri Hand Sanitizer bagi Warga Pondok

Selain inovasi pangan, tim Kampus Berdampak ITATS juga memberikan edukasi penting mengenai protokol kesehatan melalui pelatihan pembuatan hand sanitizer secara mandiri. Mengingat lingkungan pondok pesantren memiliki aktivitas komunal yang tinggi, kemampuan untuk memproduksi pembersih tangan sendiri menjadi solusi praktis dalam menjaga kebersihan harian.

Dalam sesi ini, para santri diajarkan mengenai formulasi kimia yang tepat sesuai dengan standar kesehatan agar menghasilkan produk yang efektif membunuh kuman namun tetap aman bagi kulit. Mahasiswa Teknik Kimia membimbing secara detail mengenai komposisi bahan aktif serta prosedur pencampuran yang benar guna memastikan kualitas produk akhir.

Antusiasme terlihat jelas saat para santri mulai meracik bahan-bahan tersebut secara berkelompok. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya mendapatkan produk fisik saja, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk kebutuhan internal pondok pesantren maupun potensi kewirausahaan di masa depan

Dr. Erlinda Ningsih, S.T.,M.T., Kepala Program Studi Teknik Kimia ITATS, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa program Kampus Berdampak bukan sekadar pengabdian, melainkan sarana bagi mahasiswa untuk melatih kepekaan sosial serta menawarkan solusi rekayasa pangan yang aplikatif bagi masyarakat.

Kegiatan Kampus Berdampak 2026 ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri di Pondok Pesantren Al-Ma’rufah Pondok Pesantren Sabilunnajah, serta mempererat hubungan silaturahmi antara institusi ITATS dengan masyarakat luas di wilayah Jawa Timur.

Similar Posts