Kuliah Kerja Nyata 2025 Program Studi Teknik Kimia ITATS
SURABAYA – Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) telah berhasil menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini difokuskan pada dua lokasi di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, yaitu SMA Wachid Hasjim 3 Sedati dan Desa Tambak Cemandi. Mengusung tema besar “Sosialisasi dan Penyuluhan Berbasis Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Inovasi Pengelolaan Lingkungan untuk Mendukung Perkembangan Berkelanjutan”, program ini melibatkan total 70 mahasiswa serta dosen pembimbing dari Program Studi Teknik Kimia ITATS.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dian Yanuarita Purwaningsih, S.T., M.T., selaku Ketua Pelaksana KKN, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menjawab permasalahan yang teridentifikasi di lokasi sasaran.
“Tujuan kami adalah mentransfer ilmu pengetahuan yang relevan dari kampus kepada masyarakat. Kami melihat ada potensi besar untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang kesehatan preventif, serta inovasi bagi masyarakat desa dalam mengelola sumber daya alam yang ada,” ujar Dian.
Edukasi Kesehatan dan Kebersihan di SMA Wachid Hasjim 3 Sedati
Pada hari Kamis, 24 Juli 2025, tim KKN ITATS menggelar serangkaian pelatihan yang berfokus pada siswa-siswi SMA Wachid Hasjim 3 Sedati. Para siswa mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara pembuatan sabun cuci tangan dan hand sanitizer yang baik dan benar. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini disambut dengan antusiasme tinggi. Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan dari awal hingga akhir , dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Lingkungan di Desa Tambak Cemandi
Sementara itu, pada Minggu, 20 Juli 2025, fokus kegiatan dialihkan ke masyarakat Desa Tambak Cemandi, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani. Di sini, tim KKN memberikan beberapa penyuluhan strategis seperti pengolahan limbah ikan bandeng dengan cara masyarakat diberi pelatihan untuk mengelola limbah duri ikan bandeng menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi limbah lingkungan sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomis kemudian ada sosialisasi teknologi tambak dengan diadakan penyuluhan mengenai penggunaan alat-alat yang dapat mempermudah pengelolaan tambak, seperti pH meter dan alat cek kadar oksigen, untuk meningkatkan produktivitas.


Dr. Ir. Yustia Wulandari M, S.T., M.T., Kepala Program Studi Teknik Kimia ITATS, mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat. “Program KKN ini bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar mengidentifikasi masalah di masyarakat dan menawarkan solusi rekayasa yang aplikatif. Kami bangga melihat mahasiswa kami dapat memberikan dampak positif dan nyata. Ini adalah komitmen kami untuk terus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutupnya.
Kegiatan KKN 2025 ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi siswa SMA Wachid Hasjim 3 Sedati maupun masyarakat Desa Tambak Cemandi, serta mempererat hubungan antara ITATS dengan masyarakat luas.