









































































































































































































































{"id":1421,"date":"2016-07-02T11:54:26","date_gmt":"2016-07-02T04:54:26","guid":{"rendered":"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/?p=1421"},"modified":"2016-07-02T11:54:26","modified_gmt":"2016-07-02T04:54:26","slug":"pengembangan-area-hijau-di-man-kelurahan-wonorejo-kota-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/pengembangan-area-hijau-di-man-kelurahan-wonorejo-kota-surabaya\/","title":{"rendered":"Pengembangan Area Hijau di MAN, Kelurahan Wonorejo, Kota Surabaya"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai tempat prosesnya belajar mengajar, sekolah harus memiliki lingkungan yang bersih dan hijau untuk mendukung kondisi psikologis siswa dan guru. Kondisi lingkungan seperti kelas yang rapi, halaman yang hijau, air yang bersih, minimnya polusi udara akan mempengaruhi hasil belajar siswa di sekolah. Lingkungan sekolah yang baik dapat meningkatkan semangat para siswa dan guru untuk mencapai prestasi di sekolah. Hal tersebut tidak terkecuali untuk MAN Surabaya yang terletak di Kelurahan Wonorejo.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-2.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1424\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-2-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-2-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-2-768x576.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-2.jpg 1040w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>beberapa kegiatan utama yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian pada masyarakat di MAN Surabaya, yaitu\u00a0 :<\/p>\n<ol>\n<li>Membangun <em>green house<\/em> dan <em>green garden<\/em><\/li>\n<li>Melaksanakan praktek pemilahan sampah<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>\u00a0<a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-7.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1429\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-7-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-7-300x225.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-7-768x576.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-7.jpg 960w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembangunan <em>green house<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Pembangunan <em>green house<\/em> dimulai dengan melakukan survei lokasi penempatan <em>green house <\/em>di MAN Surabaya. Pembangunan <em>green house<\/em> dilakukan di dekat lapangan sekolah dan deretan kelas untuk mempermudah mobilitas siswa melakukan perawatan dan pemiliharaan. Pembangunan <em>green house <\/em>dilanjutkan dengan mendiskusikan hasil survey dengan merencanakan pembangunan suatu fasilitas yang berfungsi sebagai media bagi tanaman di dalamnya agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. <em>Green house <\/em>dapat menghindari terpaan air hujan yang dapat merusak tanaman, serta dapat menyerap cahaya matahari secara maksimal.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-5.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1427\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-5-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-5-300x225.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-5-768x576.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-5.jpg 960w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-6.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1428\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-6-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-6-300x169.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-6-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-6-768x432.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-6.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-4.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1426\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-4-300x255.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"255\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-4-300x255.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-4-768x653.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-4.jpg 917w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berikut adalah tahapan pelaksanaannya :<\/p>\n<ol>\n<li>Tim mahasiswa teknik lingkungan ITATS membuat desain perencanaan bangunan green house<\/li>\n<li>Hasil desain perencaan didiskusikan dengan seorang teknisi untuk dilanjutkan ke tahap kontruksi<\/li>\n<li>Tahap kontruksi dilakukan oleh mahasiswa teknik lingkungan ITATS bersama dengan teknisi dan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan<\/li>\n<li>Selain melakukan kontruksi green house, mahasiswa teknik lingkungan ITATS juga melakukan persiapan untuk fasilitas pendukung green house, seperti rak, pot gantung, dan penanaman tumbuhan dalam pot<\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1425\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-3-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-3-300x169.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-3-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-3-768x432.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-3.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Pelaksanaan <em>Green Garden<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Kegiatan pelaksanaan <em>green garden <\/em>dilakukan untuk melanjutkan kegiatan sebelum mengisi <em>green house <\/em>dengan beberapa tanaman yang diletakkan dalam pot-pot. Terdapat juga pot gantung untuk menambah nilai estetika dari <em>green house<\/em>. Selain itu, dilakukan perbaikan <em>vertical garden<\/em> untuk mendukung nilai hijau dari lingkungan sekolah. Pelaksanaan green garden juga didukung dengan memberikan fasilitas tempat sampah berdasarkan jenis sampah sehingga diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih bersih.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1423\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/greenhouse-1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2016\/07\/greenhouse-1.jpg 1040w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai tempat prosesnya belajar mengajar, sekolah harus memiliki lingkungan yang bersih dan hijau untuk mendukung kondisi psikologis siswa dan guru. Kondisi lingkungan seperti kelas yang rapi, halaman yang hijau, air yang bersih, minimnya polusi udara akan mempengaruhi hasil belajar siswa di sekolah. Lingkungan sekolah yang baik dapat meningkatkan semangat para siswa dan guru untuk mencapai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1426,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[7,18],"tags":[39,40,41,42,13],"class_list":["post-1421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-teknik-lingkungan-itats","tag-area-hijau-sekolah","tag-greenhouse","tag-man-surabaya","tag-pengabdian-masyarakat","tag-teknik-lingkungan-itats"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1421"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1421\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1426"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}