









































































































































































































































{"id":461,"date":"2017-04-29T16:36:21","date_gmt":"2017-04-29T09:36:21","guid":{"rendered":"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/?p=461"},"modified":"2017-04-29T16:36:21","modified_gmt":"2017-04-29T09:36:21","slug":"mahasiswa-menulis-limbah-plastik-di-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/mahasiswa-menulis-limbah-plastik-di-lingkungan\/","title":{"rendered":"Mahasiswa menulis : Limbah Plastik di Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Alwan-dkk-IMG_20170405_1025362.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-464\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Alwan-dkk-IMG_20170405_1025362-300x231.jpg\" alt=\"Alwan dkk IMG_20170405_102536~2\" width=\"300\" height=\"231\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/Alwan-dkk-IMG_20170405_1025362-300x231.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/Alwan-dkk-IMG_20170405_1025362-1024x787.jpg 1024w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/Alwan-dkk-IMG_20170405_1025362-768x590.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/Alwan-dkk-IMG_20170405_1025362-1536x1181.jpg 1536w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/Alwan-dkk-IMG_20170405_1025362-2048x1574.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Disusun oleh : Andik, Johansyah, Apri, Mifta dan Amalia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Limbah plastik adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari proses kegiatan manusia yang berbahan plastik. Contoh limbah plastik domestik : kantong plastik, bungkus kemasan, perabotan tidak terpakai, dll, Contoh Limbah plastik Industri : Sisa bahan produksi, kabel, sterofoam, dll<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/gambar-alwan2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-463\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/gambar-alwan2-300x112.jpg\" alt=\"gambar alwan2\" width=\"300\" height=\"112\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/gambar-alwan2-300x112.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/gambar-alwan2.jpg 740w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Dampak Negatif Limbah Plastik Terhadap Lingkungan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Percemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.<\/li>\n<li>Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.<\/li>\n<li>PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.<\/li>\n<li>Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.<\/li>\n<li>Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.<\/li>\n<li>Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.<\/li>\n<li>Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.<\/li>\n<li>Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya .<\/li>\n<li>Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/gambar-alwan1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-462\" src=\"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/gambar-alwan1-300x120.jpg\" alt=\"gambar alwan1\" width=\"300\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/gambar-alwan1-300x120.jpg 300w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/gambar-alwan1-768x308.jpg 768w, https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/04\/gambar-alwan1.jpg 796w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Cara Mengurangi Limbah Plastik<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Melakukan daur ulang sampah plastik dengan cara memisahkan partikel-partikel plastik hingga terciptanya produk baru.<\/li>\n<li>Dengan menggunakan mesin incinerators untuk mendaur ulang limbah plastik. Sebagian negara menggunakan mesin ini untuk mengolah sampah plastik yang tidak teruarai. Semua limbah plastik dibakar menggunakan incinerators. Namun ada dampak buruk jika menggunakan metode ini. Yaitu, timbulnya pencemaran atau polusi udara.<\/li>\n<li>Untuk mengurangi dampak dari limbah plastik, sebagian besar negara di dunia telah melarang penggunaan produk plastik tertentu. Dan menggantikannya dengan produk yang lebih ramah lingkungan.<\/li>\n<li>Menggunakan tas dari bahan kertas atau dari bahan lainnya untuk berbelanja. Sehingga dapat mengurangi pemakaian plastik di dalam kehidupan sehari-hari.<\/li>\n<li>Untuk mengurangi dampak limbah plastik, dari pihak pemerintah dan diri pribadi perorangan harus saling menyadari. Pemerintah harus membuat tempat sampah di setiap sisi kota.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disusun oleh : Andik, Johansyah, Apri, Mifta dan Amalia &nbsp; Limbah plastik adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari proses kegiatan manusia yang berbahan plastik. Contoh limbah plastik domestik : kantong plastik, bungkus kemasan, perabotan tidak terpakai, dll, Contoh Limbah plastik Industri : Sisa bahan produksi, kabel, sterofoam, dll Dampak Negatif Limbah Plastik Terhadap&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":463,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[108],"class_list":["post-461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknik-lingkungan-itats","tag-limbah-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/461\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}