









































































































































































































































{"id":513,"date":"2017-06-20T14:09:09","date_gmt":"2017-06-20T07:09:09","guid":{"rendered":"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/?p=513"},"modified":"2017-06-20T14:09:09","modified_gmt":"2017-06-20T07:09:09","slug":"rentang-indeks-standar-pencemar-udara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/rentang-indeks-standar-pencemar-udara\/","title":{"rendered":"RENTANG INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA"},"content":{"rendered":"<p>Oleh : Rahmanu Eko H.<\/p>\n<p>Seperti pada penjelasan tentang ISPU sebelumnya, berikut adalah rentang Indeks Standar Pencemar Udara berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 Tahun 1997.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"158\">KATEGORI<\/td>\n<td width=\"132\">RENTANG<\/td>\n<td width=\"366\">PENJELASAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Baik<\/td>\n<td width=\"132\">0 \u2013 50<\/td>\n<td width=\"366\">Tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Sedang<\/td>\n<td width=\"132\">51 \u2013 100<\/td>\n<td width=\"366\">Tingkat\u00a0 kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Tidak Sehat<\/td>\n<td width=\"132\">101 \u2013 199<\/td>\n<td width=\"366\">Tingkat\u00a0 kualitas udara yang bersifat merugikan pada kesehatan manusia atau kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan atau nilai estetika<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Sangat tidak sehat<\/td>\n<td width=\"132\">200 \u2013 299<\/td>\n<td width=\"366\">Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi\u00a0 yang terpapar<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Berbahaya<\/td>\n<td width=\"132\">300 &#8211; lebih<\/td>\n<td width=\"366\">Tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Adapun pengaruh ISPU terhadap setiap parameter pencemar udara adalah sebagai berikut:<\/p>\n<table width=\"690\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"85\">Kategori<\/td>\n<td width=\"76\">Rentang<\/td>\n<td width=\"104\">CO<\/td>\n<td width=\"104\">NO<sub>2<\/sub><\/td>\n<td width=\"113\">O<sub>3<\/sub><\/td>\n<td width=\"104\">SO<sub>2<\/sub><\/td>\n<td width=\"104\">PM<sub>10<\/sub><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"85\">Baik<\/td>\n<td width=\"76\">0 \u2013 50<\/td>\n<td width=\"104\">Tidak ada efek<\/td>\n<td width=\"104\">Sedikit\u00a0 berbau<\/td>\n<td width=\"113\">Luka pada beberapa spesies tumbuhan<\/td>\n<td width=\"104\">Luka pada beberapa spesies tumbuhan<\/td>\n<td width=\"104\">Tidak ada efek<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"85\">Sedang<\/td>\n<td width=\"76\">51 \u2013 100<\/td>\n<td width=\"104\">Perubahan kimia darah tapi tidak terdeteksi<\/td>\n<td width=\"104\">Berbau<\/td>\n<td width=\"113\">Luka pada beberapa spesies tumbuhan<\/td>\n<td width=\"104\">Luka pada beberapa spesies tumbuhan<\/td>\n<td width=\"104\">Terjadi penurunan pada jarak pandang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"85\">Tidak Sehat<\/td>\n<td width=\"76\">101 &#8211; 199<\/td>\n<td width=\"104\">Peningkatan pada kardiovaskular\u00a0 yang berpenyakit jantung<\/td>\n<td width=\"104\">Bau, peningkatan reaktivitas pembuluh tenggorokan pada penderita asma<\/td>\n<td width=\"113\">Penurunan kemampuan pada atlit yang berlatih keras<\/td>\n<td width=\"104\">Bau, meningkatnya kerusakan tanaman<\/td>\n<td width=\"104\">Jarak pandang turun dan terjadi pengotoran debu dimana-mana<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"85\">Sangat tidak sehat<\/td>\n<td width=\"76\">200 &#8211; 299<\/td>\n<td width=\"104\">Meningkatnya kardiovaskular pada yang berpenyakit jantung, dan akan tampak beberapa kelemahan yang terlihat secara nyata<\/td>\n<td width=\"104\">Meningkatnya sensitivitas pasien yang berpenyakit asma dan bronchitis<\/td>\n<td width=\"113\">Olahraga ringan mengakibatkan pengaruh pernafasan pada pasien yang berpenyakit paru-paru kronis<\/td>\n<td width=\"104\">Meningkatnya sensitivitas pada pasien berpenyakit asma dan bronchitis<\/td>\n<td width=\"104\">Meningkatnya sensitivitas pada pasien berpenyakit asma dan bronchitis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"85\">Berbahaya<\/td>\n<td width=\"76\">300 &#8211; lebih<\/td>\n<td colspan=\"5\" width=\"529\">Tingkat yang berbahaya bagi semua populasi yang terpapar<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sedangkan gambaran kategori dan rentang ISPU berdasarkan Keputusan Kepala Bapedal Nomor 107 Tahun 1997 adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Kategori baik rentang 0 sampai 50 dengan warna hijau<\/li>\n<li>Kategori sedang rentang 51 sampai 100 dengan warna biru<\/li>\n<li>Kategori tidak sehat rentang 101 sampai 199 dengan warna kuning<\/li>\n<li>Kategori sangat tidak sehat rentang 200 sampai 299 dengan warna merah<\/li>\n<li>Kategori berbahaya rentang 300 sampai 500 dengan warna hitam<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Rahmanu Eko H. Seperti pada penjelasan tentang ISPU sebelumnya, berikut adalah rentang Indeks Standar Pencemar Udara berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 Tahun 1997. KATEGORI RENTANG PENJELASAN Baik 0 \u2013 50 Tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":514,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[143,140,144],"class_list":["post-513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknik-lingkungan-itats","tag-indeks-standar-pencemar-udara","tag-rahmanu-eko-h","tag-rentang-ispu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=513"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/513\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}