





















































































































































































































































































































































{"id":529,"date":"2017-06-06T14:12:03","date_gmt":"2017-06-06T07:12:03","guid":{"rendered":"http:\/\/lingkungan.itats.ac.id\/?p=529"},"modified":"2017-06-06T14:12:03","modified_gmt":"2017-06-06T07:12:03","slug":"blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/","title":{"rendered":"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2)"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Ayu Nindyapuspa<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya pembaca membaca bagian pertama dulu ya \ud83d\ude42<\/p>\n<p>Sudah diketahui oleh para pembaca bahwa solidifikasi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung logam berat. Bahan utama yang digunakan dalam solidifikasi adalah semen, air, dan limbah itu sendiri. Tujuan dilakukan solidifikasi adalah mengubah bentuk fisik limbah yang semula berbentuk cair menjadi solid (padat). Produk solidifikasi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan menjadi paving jalan atau dibuang langsung ke secure landfill.<\/p>\n<p>Namun, tahukah bahwa selain semen, ada bahan pengikat lain yang dapat digunakan sebagai bahan solidifikasi? Bahan-bahan lain yang dapat digunakan sebagai pengganti\u00a0 sebagian semen disebut pozzolan. Pozzolan ini memiliki karakter yang sama dengan semen, yaitu mengandung kalsium karbonat. Bedanya, semen berasal dari proses pabrik, sedangkan pozzolan berasal dari alam langsung dan bisa langsung digunakan. Jenis-jenis pozzolan yang bisa digunakan dalam solidifikasi adalah bentonit, zeolit, tanah lempung, dan tras.<\/p>\n<p>Proses pencampuran antara semen, pozzolan, air, dan limbah tidak boleh sembarangan. Perlu diperhatikan komposisi semen, pozzolan, air, dan limbahnya. Air yang digunakan juga harus cukup, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh kurang. Komposisi yang biasa digunakan dalam solidifikasi adalah campuran semen dan pozzolan 50:50. Cetakan yang digunakan dapat berbentuk kotak atau silinder. Setelah dapat dilepas dari cetakan, produk solidifikasi dijaga kelembabannya dengan menaruh lap basah di atasnya selama 30 hari. Setelah itu, produk solidifikasi dapat dibuang ke secure landfill atau dimanfaatkan sebagai paving jalan, tentunya setelah melewati uji kuat tekan dan toksisitas terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Nah, mudah diterapkan bukan? Selamat mempraktekkan ya \ud83d\ude09<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ayu Nindyapuspa \u00a0Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya pembaca membaca bagian pertama dulu ya \ud83d\ude42 Sudah diketahui oleh para pembaca bahwa solidifikasi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung logam berat. Bahan utama yang digunakan dalam solidifikasi adalah semen, air, dan limbah itu sendiri. Tujuan dilakukan solidifikasi adalah mengubah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":530,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[145,152,153],"class_list":["post-529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknik-lingkungan-itats","tag-ayu-nindyapuspa","tag-limbah-b3","tag-solidifikasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2) - Program Studi Teknik Lingkungan ITATS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2) - Program Studi Teknik Lingkungan ITATS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Ayu Nindyapuspa \u00a0Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya pembaca membaca bagian pertama dulu ya \ud83d\ude42 Sudah diketahui oleh para pembaca bahwa solidifikasi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung logam berat. Bahan utama yang digunakan dalam solidifikasi adalah semen, air, dan limbah itu sendiri. Tujuan dilakukan solidifikasi adalah mengubah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Program Studi Teknik Lingkungan ITATS\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-06T07:12:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/05\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/013cbb8c567c1dad69e3eac7517fd34a\"},\"headline\":\"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2)\",\"datePublished\":\"2017-06-06T07:12:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/\"},\"wordCount\":252,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/8\\\/2017\\\/05\\\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg\",\"keywords\":[\"Ayu Nindyapuspa\",\"limbah b3\",\"solidifikasi\"],\"articleSection\":[\"Teknik Lingkungan ITATS\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/\",\"name\":\"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2) - Program Studi Teknik Lingkungan ITATS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/8\\\/2017\\\/05\\\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-06T07:12:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/013cbb8c567c1dad69e3eac7517fd34a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/8\\\/2017\\\/05\\\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/8\\\/2017\\\/05\\\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg\",\"width\":300,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/\",\"name\":\"Program Studi Teknik Lingkungan ITATS\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/013cbb8c567c1dad69e3eac7517fd34a\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cf0f7aa588c18b33c5a65e874a5c919170c781c77452998f5ad868c2343b94cc?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cf0f7aa588c18b33c5a65e874a5c919170c781c77452998f5ad868c2343b94cc?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cf0f7aa588c18b33c5a65e874a5c919170c781c77452998f5ad868c2343b94cc?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/itats.ac.id\\\/tekniklingkungan\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2) - Program Studi Teknik Lingkungan ITATS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2) - Program Studi Teknik Lingkungan ITATS","og_description":"Oleh: Ayu Nindyapuspa \u00a0Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya pembaca membaca bagian pertama dulu ya \ud83d\ude42 Sudah diketahui oleh para pembaca bahwa solidifikasi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung logam berat. Bahan utama yang digunakan dalam solidifikasi adalah semen, air, dan limbah itu sendiri. Tujuan dilakukan solidifikasi adalah mengubah...","og_url":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/","og_site_name":"Program Studi Teknik Lingkungan ITATS","article_published_time":"2017-06-06T07:12:03+00:00","og_image":[{"width":300,"height":180,"url":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/05\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/#\/schema\/person\/013cbb8c567c1dad69e3eac7517fd34a"},"headline":"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2)","datePublished":"2017-06-06T07:12:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/"},"wordCount":252,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/05\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg","keywords":["Ayu Nindyapuspa","limbah b3","solidifikasi"],"articleSection":["Teknik Lingkungan ITATS"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/","url":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/","name":"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2) - Program Studi Teknik Lingkungan ITATS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/05\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg","datePublished":"2017-06-06T07:12:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/#\/schema\/person\/013cbb8c567c1dad69e3eac7517fd34a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/05\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg","contentUrl":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2017\/05\/hazardous-waste-drum-dryer-processing.jpg","width":300,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/blog-pengolahan-pencemaran-lingkungan-dengan-solidifikasi-bagian-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/#website","url":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/","name":"Program Studi Teknik Lingkungan ITATS","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/#\/schema\/person\/013cbb8c567c1dad69e3eac7517fd34a","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf0f7aa588c18b33c5a65e874a5c919170c781c77452998f5ad868c2343b94cc?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf0f7aa588c18b33c5a65e874a5c919170c781c77452998f5ad868c2343b94cc?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf0f7aa588c18b33c5a65e874a5c919170c781c77452998f5ad868c2343b94cc?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=529"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/529\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itats.ac.id\/tekniklingkungan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}