ITATS Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

IbM Peningkatan Usaha Home Industry Keripik Bayam di Pagerwojo dan Sidokepung, Buduran, Sidoarjo

Berita Terkait

Tim Mahasiswa Teknik Pertambangan ITATS Raih Juara di Mining Strategic Competition pada TNT ke-12 FORKOPINDO 2026
ITATS Gelar Kuliah Tamu Bersama Universiti Teknikal Malaysia Melaka: Perkuat Wawasan Akademik dan Kolaborasi Internasional
ITATS Kembali Perkuat Jejaring Global melalui WMRC 2026 di Taiwan
ITATS dan National United University Taiwan Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Program Double Degree
ITATS Perkuat Kolaborasi Riset Bersama BRIDA Kota Surabaya

Keripik bayam merupakan salah satu makanan ringan yang mempunyai kandungan gizi dan sebagai obat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, khususnya anak-anak. Home industry keripik bayam di daerah Sidoarjo merupakan salah satu jenis usaha yang ikut menyokong perekonomian masyarakat. Seiring semakin meningkatnya biaya hidup yang mengharuskan masyarakat untuk selalu berpikir kreatif, Bu Lia dan Bu Sulis merintis usaha keripik bayam untuk membantu suaminya menambah pendapatan keluarga. Dalam menjalankan usahanya, banyak permasalahan yang dihadapi. Permasalahan pada aspek produksi yaitu proses meniriskan minyak lama, produknya masih mengeluarkan minyak, serta kemasan masih menggunakan plastik tipis dan belum punya desain. Adapun permasalahan pada aspek produk yaitu produk sudah tidak gurih setelah 3 hari dan kadang-kadang hancur pada saat dititipkan di toko atau supermarket. Sedangkan permasalahan pada aspek pemasaran yaitu kurangnya pengetahuan dalam strategi pemasaran, khususnya pemasaran online.

Berdasarkan permasalahan tersebut, menurut Gati Sri Utami, S.T., M.T., (dosen Teknik Sipil) dan Azmuri Wahyu Azinar, S.T., M.Comp. (dosen Teknik Informatika), perlu diberikan pendampingan atas mereka dalam program Iptek bagi Masyarakat (IbM) sehingga usaha home industry keripik bayamnya bisa berkembang.

Pendampingan yang dilakukan mulai bulan April sampai bulan Juli antara lain, pengadaan peralatan produksi (kompor, alat penggorengan, blender, dan alat peniris minyak), pelatihan pembuatan keripik yang gurih, pelatihan dan workshop online, pembuatan blog dengan nama camilanqblog.wordpress.com. Bulan Agustus sampai dengan Oktober dilanjutkan pendampingan: pengadaan alat siler pengisi udara dan pembuatan panduan penggunaan alat peniris minyak dan siler pengisi udara. Selain itu, tim juga memantau dan mengevaluasi keberhasilan kegiatan pendampingan terhadap mitra.

Sebelum dilakukan pendampingan, keripik bayam dalam kemasan masih mengandung minyak, keripik bayam tidak gurih dan tengik setelah tiga hari, belum mempunyai desain kemasan dan hanya dibungkus plastik tipis, pemasaran hanya dilakukan dari mulut ke mulut dan dijajakan ke pasar. Setelah dilakukan pendampingan, kadar minyak mengalami penurunan. Selain itu, keripik juga dapat bertahan hingga satu bulan, keripik bayam gurih dan tidak tengik sampai 1,5 bulan dalam kemasan tertutup rapat, serta sudah mempunyai desain kemasan yang baik dalam kemasan plastik yang lebih tebal. Pemasaran juga mulai dilakukan dengan menitipkan di toko sekitar, kantin rumah sakit, serta Mitra 1 sudah mulai menggunakan media sosial. Dari hasil pendampingan, ada peningkatan pendapatan dan kualitas produk serta kemampuan Mitra dalam bidang produksi dan pemasaran. Yang paling dirasakan oleh Mitra adalah tidak adanya komplain terkait kandungan minyak yang ada pada keripik bayam. Selain itu keripik bayamnya juga gurih dan awet sehingga ada peningkatan pendapatan sekitar 5%.