Prestasi

Cerita Mahasiswa Hebat yang Tergabung dalam Program Kampus Mengajar

Indonesia membutuhkan dukungan lebih besar untuk mengoptimalkan proses pendidikan di masa pandemi, khususnya pada tingkat pendidikan dasar. Oleh karena itu, Mas Menteri DIKBUDRISTEK menggagas Program Kampus Mengajar. Sebagai bagian dari Program Kampus Merdeka, kegiatan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Mahasiswa ditempatkan di Sekolah Dasar di seluruh Indonesia dan membantu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Mahasiswa Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya tidak mau ketinggalan berperan serta memajukan pendidikan dasar di Indonesia. Membantu Bapak/Ibu Guru serta adik-adik Sekolah Dasar untuk mendapatkan kesempatan belajar secara optimal di kondisi terbatas dan kritis selama pandemi. Ahmad Junaidi dan Christina Yamreway, dari Jurusan Teknik Geologi, serta Andika Prasetyo, dari Jurusan Teknik Industri, adalah tiga mahasiswa ITATS yang lolos seleksi Program Kampus Mengajar.

Ahmad Junaidi ditempatkan di SDN Pasar Minggu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Sementara itu, Christina Yamreway bertugas di SD Naskat Ngabub, Kei Kecil, Maluku Tenggara. Selanjutnya, Andika Prasetyo mengabdi di SD Budi Yakin, Rangkah Tambaksari Surabaya. Selama tiga bulan sejak Maret 2021 lalu, ketiga mahasiswa dengan kepedulian tinggi ini mulai bertugas. Sebelumnya, para pejuang berhati mulia ini, diberikan pembekalan oleh Mas Menteri terkait materi Pedagogi SD, Pembelajaran literasi, Konsep Pembelajaran, Prinsip Perlindungan Anak, dan sebagainya.

“Saya mengajar olah raga siswa-siswi kelas I sampai dengan kelas VI, mengantikan guru yang sedang hamil”, Ahmad Junaidi mengawali cerita pengalamannya mengajar di SD. “Mengajar olah raga dari hari Senin sampai dengan Rabu, dan di hari Kamis saya membantu Bapak/Ibu Guru mengadaptasi teknologi”, Junaidi melanjutkan percakapan melalui WhatApp.

Lain lagi dengan cerita Christina Yamreway yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris sekaligus. “SD Naskat Ngabub hanya punya empat guru, sehingga saya mengajar adik-adik kelas III sampai dengan kelas V. Saya mengajar di hari Senin sampai Kamis. Khusus di hari Jum’at dan Sabtu, saya harus ke lapangan untuk mengumpulkan data Skripsi saya”, ujar Christina berbagi pengalaman. Christina adalah mahasiswa semester VIII yang sedang menyelesaikan Skripsi di sela kesibukannya bertugas dalam Program Kampus Mengajar. “Selain mengajar, saya juga membantu memperbaiki administrasi sekolah untuk kebutuhan akreditasi”, Cristina kembali menuliskan ceritanya melalui What App.

Andika Prasetyo yang juga mahasiswa semester VIII menyampaikan, “saya bertugas mengajar secara daring maupun luring. Oleh karena itu, saya memanfaatkan peralatan dan teknologi dalam proses pembelajaran. Beberapa materi belajar saya buat dalam format video, agar adik-adik lebih mudah memahami materi pelajaran. SD tempat saya bertugas cukup kecil, sehingga untuk pelaksanaan Pondok ramadhan, ruang kelas harus kami kosongkan untuk menjadi Musholla”

Rasa bangga dan haru menyeruak saat menyimak pengalaman yang diceritakan ketiga mahasiswa ITATS tersebut. Semoga kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan interpersonal lainnya, dapat diraih oleh ketiga mahasiswa hebat ini, seperti harapan dari pelaksanaan Program Kampus Mengajar.

Bagi rekan-rekan alumni dan siswa siswi SMA/SMK/MA, silahkan bergabung kuliah di ITATS, karena ITATS memberikan kemerdekaan belajar bagi mahasiswanya secara luas, seperti yang dialami Junaidi, Christina, dan Andika. Selain itu, ITATS juga menyediakan beasiswa dalam bentuk pembebasan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) untuk tujuh jurusan. Pada bulan Mei 2021, ITATS memberikan potongan DPP sebesar 40% bagi lima jurusan. Jadi, segera saja manfaatkan kesempatan berharga ini dengan segera mendaftar sebagai mahasiswa baru ITATS tahun 2021 (ULF).

× How can I help you?