ITATS Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Berita Terkait

Teknik Kimia ITATS Dorong Diplomasi Budaya Internasional melalui Pelatihan Angklung
2025 Waste Management & Resources Circulation II Forum, Perkuat Kolaborasi ITATS - Taiwan Menuju Pengelolaan Sampah Rendah Karbon
Kiprah Rektor ITATS dalam Penguatan Jejaring Pendidikan Industri Internasional 2025
ITATS Perkuat Jejaring Internasional lewat Partisipasi Strategis di International Industry–Education Forum & 2026 INTENSE Program Edu Fair Taiwan
Dibesarkan dalam Kesederhanaan, Lulus dengan Ketangguhan : Perjalanan Seorang Lulusan Teknik Elektro ITATS

Kita Bisa

Oleh: Yulfiah, September 2015

Kabar bahagia ini sedikit terlambat datang, karena memang di laur kebiasaan. Kami tahu beberapa orang alumni Program Pascasarjana sedang menyelesaikan studi doktoralnya di berbagai perguruan tinggi, di ITS, Univ. Brawijaya Malang, serta sebuah kampus di Jakarta, dan kesemuanya menyelesaikan studi dengan beasiswa. Namun, kabar yang diterima sekian hari lalu, sungguh sebuah kejutan manis, sekaligus membanggakan. Ya … alumni Magister Teknik Industri, Program Pascasarjana ITATS, telah menyelesaikan studi doktoralnya hanya dalam kurun waktu dua tahun delapan bulan. Sebuah prestasi tidak biasa, di luar kebiasaan, sehingga menjadikannya sangat luar biasa.

Dr.-Herdiana-Dyah-Susanti,-ST,-MT
Dr. Herdiana Dyah Susanti, ST, MT

Ibu Dr. Herdiana Dyah Susanti, ST, MT, adalah profil alumnus ITATS tahun 2009 yang sangat inspiratif. Namun, kesuksesan besar yang diraih, adakalanya menjadikan diri kita bertanya “bisakah kita berprestasi seperti Bu Didin?” panggilan akrab Ibu Dr. Herdiana di kelas saat menyelesaikan studinya pada Pendidikan Magister di ITATS. Ketika menyaksikan kesuksesan luar biasa, kita terkadang menjadi pribadi yang penuh kekurangan, dan sepertinya tidak mampu meraih kesuksesan yang sama bahkan lebih besar.

Sebenarnya kita bisa meraih potensi takdir kita masing-masing. Awali dengan kemauan menginjak pedal gas hingga penuh (gas pol), dan mesin dalam diri kita pun akan mengeluarkan semua potensinya dengan maksimal, sehingga kita pun berdecak kagum ketika menyadarinya. Beberapa dari diri kita mempermasalahkan tentang “bisa atau tidak bisa”. Yang terpenting sebenarnya adalah “mau atau tidak mau”. Saat kita mengatakan “saya mau”, maka selalu ada jalan yang membuat kita mampu mewujudkannya, karena Tuhan telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan guna memenuhi takdir kita untuk sukses.