ITATS Bekali Siswa SMK Rajasa Surabaya dengan Pelatihan SEO Berbasis Kecerdasan Buatan
Surabaya – Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi digital generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SMK Rajasa Surabaya dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Siswa SMK Rajasa Surabaya melalui Pelatihan Search Engine Optimization (SEO) Berbasis Kecerdasan Buatan”. Program ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja di era transformasi digital.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, membangun reputasi, hingga memanfaatkan media digital sebagai sarana pengembangan diri. Sayangnya, masih banyak pelajar yang menggunakan media sosial dan internet hanya sebagai media hiburan tanpa memahami potensi besar yang dimiliki platform digital untuk mendukung pendidikan maupun karier. Kondisi tersebut mendorong Program Studi Sistem Informasi ITATS menghadirkan pelatihan yang mengombinasikan konsep Personal Branding, Search Engine Optimization (SEO), dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara praktis dan aplikatif.
Dalam pelatihan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya membangun identitas digital yang positif melalui personal branding. Materi tidak hanya membahas bagaimana seseorang dikenal di dunia digital, tetapi juga bagaimana membangun citra profesional yang mampu meningkatkan peluang pendidikan, magang, hingga pekerjaan di masa depan. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman dasar mengenai SEO, mulai dari konsep mesin pencari, penggunaan kata kunci (keyword), penyusunan konten yang mudah ditemukan Google, hingga strategi meningkatkan visibilitas konten digital menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan.
Agar proses pembelajaran lebih efektif, kegiatan dirancang menggunakan pendekatan yang interaktif. Selain penyampaian materi, siswa mengikuti diskusi, mini games, kuis, sesi tanya jawab, serta praktik langsung di laboratorium komputer. Pendekatan ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Antusiasme peserta meningkat secara signifikan setelah memasuki sesi praktik, di mana mereka mulai memahami bagaimana SEO dan AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten digital yang lebih optimal.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim pengabdian melakukan identifikasi kebutuhan dan karakteristik peserta agar materi yang diberikan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Selama kegiatan berlangsung, tim juga melakukan evaluasi secara bertahap untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Meskipun pada awal pelatihan sebagian siswa masih kurang familiar dengan istilah Search Engine Optimization, melalui metode pembelajaran yang komunikatif dan aplikatif mereka mampu memahami konsep dasar SEO serta mengimplementasikannya dalam praktik.
Pelatihan ini juga memberikan wawasan kepada siswa mengenai pentingnya memanfaatkan media digital secara strategis, bukan sekadar sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator konten yang memiliki nilai dan daya saing. Dengan memahami cara kerja mesin pencari serta membangun personal branding yang baik, siswa diharapkan mampu meningkatkan peluang mereka dalam dunia akademik maupun profesional. Kompetensi digital seperti SEO, pemanfaatan AI, dan pengelolaan identitas digital kini menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan oleh berbagai sektor industri.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Sistem Informasi ITATS tidak hanya menjalankan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan SMK Rajasa Surabaya menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, serta memiliki kemampuan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak siswa yang memperoleh bekal kompetensi digital untuk menghadapi tantangan era transformasi digital.
