ITATS Perkuat Kompetensi Digital Siswa SMK Negeri 2 Surabaya melalui Pelatihan Dasar HTML dan CSS

Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Pengenalan Dasar HTML dan CSS untuk Membangun Struktur dan Tampilan Aplikasi Web Interaktif bagi Siswa SMK.” Kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri 2 Surabaya ini bertujuan membekali siswa dengan kompetensi dasar web development, sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Di tengah pesatnya transformasi digital, kemampuan membangun website menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan oleh berbagai industri. Namun, masih banyak siswa SMK yang belum memperoleh kesempatan mempelajari dasar-dasar pengembangan web secara terstruktur. Melihat kondisi tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi ITATS menghadirkan pelatihan yang berfokus pada penguasaan HTML (HyperText Markup Language) dan CSS (Cascading Style Sheets) sebagai fondasi utama dalam membangun website modern.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan yang mengutamakan praktik langsung (learning by doing). Peserta tidak hanya dikenalkan pada konsep dasar HTML sebagai bahasa markup untuk menyusun struktur halaman web, tetapi juga mempelajari penggunaan CSS dalam mempercantik tampilan, mengatur tata letak, serta menciptakan desain yang responsif di berbagai perangkat. Selain teori, siswa diajak mengembangkan website sederhana sehingga dapat memahami alur pembuatan aplikasi web secara menyeluruh.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan sintaks HTML, struktur dokumen web, penggunaan elemen-elemen dasar, implementasi CSS untuk styling dan layout, hingga praktik membuat website portofolio sederhana. Tim pelaksana juga menyediakan sesi diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, serta troubleshooting agar siswa lebih mudah memahami berbagai permasalahan yang umum ditemui saat proses coding. Pendekatan interaktif ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mencoba berbagai fitur pengembangan web.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim ITATS melakukan survei dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran serta fasilitas laboratorium yang tersedia. Hasil observasi tersebut menjadi dasar penyusunan materi sehingga pelatihan dapat disesuaikan dengan kemampuan awal siswa. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam beberapa pertemuan yang terdiri atas sesi penyampaian materi, praktik, evaluasi, hingga penutupan, sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang sistematis dan berkelanjutan.

Selama pelatihan berlangsung, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan suasana kelas yang aktif, mulai dari sesi pemaparan materi, praktik di laboratorium komputer, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil pekerjaan peserta. Interaksi yang baik antara dosen, mahasiswa pendamping, guru, dan siswa menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif sehingga proses transfer ilmu dapat berlangsung secara efektif.

Dalam pelaksanaannya, tim juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur laboratorium komputer, tidak tersedianya akses Wi-Fi, perbedaan tingkat pemahaman siswa, serta keterbatasan waktu pelatihan yang bertepatan dengan kegiatan sekolah lainnya. Meski demikian, tantangan tersebut mampu diatasi melalui penyesuaian metode pembelajaran, pendampingan intensif, serta kerja sama yang baik antara seluruh pihak yang terlibat.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berhasil memahami konsep fundamental HTML dan CSS, mampu membangun struktur website yang lebih terorganisir, serta menerapkan desain antarmuka yang lebih menarik dan responsif. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga menumbuhkan kesadaran siswa mengenai peluang karier di bidang web development, teknologi informasi, dan digital entrepreneurship. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri digital di masa depan.

Similar Posts