From Classroom to Mine Site: Kuliah Lapangan-2 Teknik Pertambangan ITATS

HALO MINERS!

Kuliah tidak selalu tentang duduk di dalam kelas dan mempelajari teori dari buku. Melalui kegiatan Kuliah Lapangan II (KL-2), mahasiswa Teknik Pertambangan ITATS berkesempatan untuk turun langsung ke lapangan dan melihat bagaimana teori yang selama ini dipelajari dapat diterapkan dalam dunia pertambangan yang sebenarnya.

Kegiatan KL-2 ini dilaksanakan di PT Bumi Wali Sentosa Agung, yang berlokasi di Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Di lokasi ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung kegiatan operasional penambangan dolomit serta berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan proses penambangan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menghitung produktivitas alat mekanis, mulai dari alat gali-muat hingga alat angkut. Melalui pengamatan langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami bagaimana kinerja alat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan efektivitas dan produktivitas kegiatan penambangan.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan geometri peledakan dan karakteristik massa batuan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengamatan serta perhitungan geometri peledakan, pengukuran strike dan dip, pengukuran jarak kekar, hingga pengujian kekerasan batuan menggunakan Schmidt Hammer. Data-data tersebut menjadi bagian penting dalam memahami kondisi geologi dan karakteristik batuan yang berpengaruh terhadap kegiatan penambangan.

Di tambang dolomit, mahasiswa juga mengamati secara langsung sistem tambang terbuka yang diterapkan dengan metode quarry. Proses penambangan dilakukan dengan pengambilan material dari area penambangan, sementara proses pemecahan batuan dilakukan menggunakan rock breaker. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat secara nyata bagaimana metode penambangan diterapkan sesuai dengan kondisi material dan karakteristik batuan di lapangan.

Perjalanan KL-2 kemudian berlanjut ke CV Gunung Dono Putro yang berlokasi di Jl. Raya Dagan, Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Di lokasi ini, mahasiswa mempelajari proses pengolahan bahan galian dolomit dari material hasil tambang hingga menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Mahasiswa mengamati secara langsung tahapan pengolahan dolomit, mulai dari proses peremukan material, proses pengeringan, hingga pengolahan lebih lanjut sampai menghasilkan produk akhir yang dimanfaatkan sebagai pupuk. Dari kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan gambaran bahwa proses pertambangan tidak berhenti ketika material berhasil ditambang. Material tersebut masih melalui serangkaian tahapan pengolahan sebelum akhirnya menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

From Classroom to Mine Site bukan sekadar perjalanan dari kampus menuju lokasi tambang. KL-2 menjadi pengalaman belajar nyata bagi mahasiswa Teknik Pertambangan ITATS untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi dan proses yang terjadi secara langsung di lapangan.

Mulai dari menghitung produktivitas alat, memahami karakteristik massa batuan, mempelajari sistem tambang terbuka dengan metode quarry, hingga melihat perjalanan dolomit dari batuan hasil tambang menjadi produk akhir, semuanya menjadi bagian dari pengalaman belajar yang tidak bisa didapatkan hanya dari dalam kelas.

Karena pada akhirnya, anak tambang nggak cuma belajar dari buku. Sometimes, you just have to put the helmet on, step into the field, and experience mining for real. ⛑️⛏️

BRAVO TAMBANG!!!

Similar Posts