ITATS Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Kuliah Lapangan Internal bersama Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Jenjang S1 dan S2 di Desa Sukorejo Gresik

Berita Terkait

ITATS dan INTI International University Gelar MoU Smart Publication untuk Tingkatkan Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi
Tim Semut Hydro ITATS Terjun ke Kompetisi Kapal Cepat Nasional HTMB Series 5 2026
Dosen Sistem Informasi ITATS Tembus Jurnal Scopus Q3 : Kembangkan AI Canggih untuk Deteksi Dini Kanker Serviks
Prodi Teknik Mesin ITATS Sukses Selenggarakan National Mechanical CAD Competition 2026
ITATS Perkuat Sinergi Pendidikan bersama SMKN 2 Surabaya

Pada tanggal 28 Oktober 2023, Program Studi Teknik Lingkungan dan Magister Teknik Lingkungan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) menyelenggarakan kegiatan kuliah lapangan di Desa Sukorejo, Gresik. Desa ini dipilih karena merupakan bekas tambang industri yang memberikan peluang penelitian yang sangat berharga.

Kuliah lapangan ini merupakan bagian dari Program Praktisi Mengajar, di mana materi yang disampaikan terfokus pada mata kuliah ekologi lingkungan dan ekohidrologi. Kegiatan ini dipimpin oleh tenaga pengajar yang juga praktisi di bidangnya, memberikan dampak positif dalam penyampaian materi dengan perspektif praktis.

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai berbagai aspek penting dalam keberlanjutan lingkungan. Adapun tujuan khusus dari kuliah lapangan ini melibatkan:

  1. Memungkinkan mahasiswa memahami manfaat ekosistem mangrove dan interaksi organisme di dalamnya sebagai langkah pelestarian dan rehabilitasi lingkungan.
  2. Menyajikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai manfaat ekosistem buatan yang muncul dari kegiatan industri serta dampak positifnya terhadap lingkungan sekitar.
  3. Membantu mahasiswa untuk memahami interaksi kompleks antara manusia dan ekosistem, serta dampaknya terhadap daya dukung lingkungan.

Dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan lapangan ini, diharapkan mereka dapat mengaitkan teori yang telah dipelajari di kelas dengan realitas lapangan. Hal ini diharapkan mampu menghasilkan pemahaman yang lebih holistik tentang tantangan dan potensi keberlanjutan lingkungan.