Implementasi Digilibra, Solusi Perpustakaan Digital untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa MTs Nurul Hikmah Surabaya
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi agar mampu menghadirkan proses belajar yang lebih efektif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) bersama mitra melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Implementasi Digilibra (Digital Library) di MTs Nurul Hikmah Surabaya. Program ini bertujuan meningkatkan minat baca siswa sekaligus memperkuat budaya literasi sekolah melalui pemanfaatan teknologi perpustakaan digital.

MTs Nurul Hikmah Surabaya merupakan sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas perpustakaan, baik dari sisi ruang maupun koleksi buku. Sebagian besar proses pembelajaran masih mengandalkan Lembar Kerja Siswa (LKS), sementara jumlah buku paket pelajaran sangat terbatas karena keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut menyebabkan siswa harus bergantian meminjam buku, sehingga akses terhadap sumber belajar menjadi kurang optimal. Di sisi lain, sekolah juga belum memiliki sistem perpustakaan digital yang dapat mempermudah pengelolaan koleksi maupun akses informasi bagi guru dan siswa.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian mengembangkan Digilibra, sebuah Digital Library System berbasis web yang memungkinkan seluruh warga sekolah mengakses koleksi buku secara daring kapan saja dan di mana saja. Sistem ini dapat digunakan melalui komputer maupun smartphone sehingga memberikan kemudahan bagi siswa untuk memperoleh bahan bacaan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Kehadiran Digilibra menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
Tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, program ini juga disertai dengan berbagai kegiatan pendukung yang bertujuan memperkuat budaya literasi. Salah satunya adalah pelatihan penulisan buku ber-ISBN bagi guru. Melalui pelatihan ini, para guru dibimbing untuk menghasilkan karya tulis yang sesuai standar penerbitan nasional sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar berkualitas bagi siswa. Selain itu, sekolah juga memperoleh tambahan koleksi buku pelajaran untuk memperkaya sumber belajar di perpustakaan.
Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan sekolah, pengembangan aplikasi perpustakaan digital, pengadaan server hosting dan koleksi buku, pelatihan guru, hingga launching aplikasi dan pendampingan penggunaan sistem. Pendekatan ini memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh seluruh pengguna.
Hasil implementasi menunjukkan dampak yang positif. Guru dan siswa kini memiliki akses terhadap perpustakaan digital yang dapat digunakan selama 24 jam setiap hari. Pengelolaan administrasi perpustakaan menjadi lebih mudah, sementara siswa memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengakses berbagai referensi pembelajaran secara digital. Program ini juga berhasil mendorong peningkatan produktivitas guru melalui penyusunan buku ber-ISBN, salah satunya buku kumpulan cerita pendek karya guru berjudul “Di Ujung Jalan Pulang”. Selain itu, aplikasi Digilibra yang dikembangkan juga telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) sebagai bentuk pengakuan atas inovasi yang dihasilkan.
Melalui implementasi Digilibra, ITATS membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas. Program ini tidak hanya menghadirkan perpustakaan digital sebagai media pembelajaran modern, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang melibatkan guru, siswa, dan sekolah secara menyeluruh. Ke depan, Digilibra diharapkan dapat terus dikembangkan dengan fitur yang lebih lengkap serta diterapkan di berbagai sekolah lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak peserta didik di Indonesia.
