Dosen Teknik Pertambangan ITATS Presentasikan Riset Panas Bumi Wae Sano pada RI²C 2026 di Thailand

Nonthaburi, Thailand — Dosen Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Fajar Rizki Widiatmoko, S.T., M.Sc., mempresentasikan hasil penelitian mengenai sistem hidrotermal dan eksplorasi panas bumi dalam The 7th Research, Invention, and Innovation Congress atau RI²C 2026. Konferensi internasional tersebut diselenggarakan pada 9–10 Juli 2026 di Grand Richmond Stylish Convention Hotel, Nonthaburi, Thailand.

Fajar menjadi perwakilan yang hadir secara langsung dari ITATS sekaligus menyampaikan makalah berjudul “Mercury Enrichment as an Indicator of Active and Paleo Hydrothermal Systems in the Wae Sano Geothermal Prospect, Western Flores Island, Indonesia.” Penelitian tersebut juga melibatkan dua dosen Teknik Pertambangan ITATS sebagai anggota tim penulis, yaitu Dr. Avellyn Shinthya Sari, S.T., M.T. dan Ratih Hardini Kusuma Putri, S.T., M.T. Presentasi langsung dalam konferensi disampaikan oleh Fajar. Data dosen ITATS menunjukkan bahwa ketiganya memiliki bidang keahlian yang saling melengkapi, meliputi eksplorasi, penyaliran tambang, dan geoteknik.

RI²C 2026 mengangkat tema “Smart Technologies for All” dan mempertemukan akademisi, peneliti, ilmuwan, insinyur, serta praktisi industri dalam tiga kelompok kajian utama, yaitu Innovative Electricals and Electronics, Innovative Mechanical and Materials, serta Innovative Sustainable Sciences. Penelitian yang dipresentasikan oleh Fajar termasuk dalam kelompok Innovative Sustainable Sciences karena berkaitan dengan eksplorasi energi panas bumi dan pengembangan sumber energi rendah karbon.

KMUTNB, STRI, dan tradisi pendidikan teknologinya

RI²C diselenggarakan oleh King Mongkut’s University of Technology North Bangkok (KMUTNB), salah satu perguruan tinggi teknologi terkemuka di Thailand yang memiliki sejarah panjang dalam pendidikan teknik. KMUTNB didirikan pada 1959 melalui kerja sama antara Pemerintah Thailand dan Republik Federal Jerman. Pada awal pendiriannya, institusi tersebut bernama North Bangkok Technical School dan lebih dikenal sebagai Thai-German Technical School, sebelum berkembang menjadi universitas teknologi dengan pendidikan serta penelitian yang berorientasi pada penerapan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.

Karakter KMUTNB dalam menghubungkan pendidikan teknik, riset terapan, inovasi, dan industri turut diperkuat oleh keberadaan Science and Technology Research Institute (STRI-KMUTNB). STRI merupakan pusat koordinasi kegiatan penelitian di dalam dan di luar universitas. Lembaga ini mendukung pelaksanaan dan diseminasi penelitian, memberikan layanan terkait kekayaan intelektual, mendorong komersialisasi hasil penelitian, serta membantu pengembangan inovasi dan kewirausahaan berbasis teknologi.

STRI juga berperan penting dalam penyelenggaraan RI²C, terutama dalam mendukung koordinasi, administrasi, dan komunikasi konferensi. Keterlibatan tersebut tercermin dari pengelolaan kesekretariatan RI²C melalui STRI-KMUTNB dan keterlibatan unsur KMUTNB dalam struktur kepanitiaan konferensi. Dengan dukungan STRI, RI²C tidak hanya berfungsi sebagai forum presentasi ilmiah, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertemukan perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi profesi, dan praktisi industri, sekaligus membuka peluang pengembangan jejaring serta pemanfaatan hasil riset.

RI²C 2026 turut diselenggarakan bersama IEEE Thailand Section, IEEE Antennas and Propagation Society/Microwave Theory and Techniques Society Joint Chapter, serta Electrical Engineering/Electronics, Computer, Telecommunications and Information Technology Association. Konferensi ini mencakup tiga kelompok utama, yaitu Innovative Electricals and Electronics, Innovative Mechanical and Materials, serta Innovative Sustainable Science.

Dalam perjalanan lebih dari enam tahun, RI²C telah menerima lebih dari 900 naskah penelitian. Penyelenggaraan pada 2026 merupakan RI²C yang ketujuh dan kembali menghadirkan peneliti, akademisi, insinyur, praktisi industri, serta mitra internasional KMUTNB dari berbagai negara. Keberlanjutan konferensi ini menunjukkan perannya sebagai forum ilmiah internasional untuk pertukaran pengetahuan, pengujian gagasan, pengembangan kolaborasi, dan diseminasi hasil penelitian di bidang teknologi serta pembangunan berkelanjutan.

Mengidentifikasi sistem hidrotermal melalui pengayaan merkuri

Penelitian yang dipresentasikan membahas pemanfaatan pengayaan merkuri atau Hg pada tanah sebagai indikator aktivitas hidrotermal di kawasan prospek panas bumi Wae Sano, Flores bagian barat. Merkuri merupakan unsur volatil yang dapat terbawa oleh fluida panas bumi dan terakumulasi pada lapisan tanah dekat permukaan. Analisis distribusi merkuri kemudian diintegrasikan dengan data geologi, struktur geologi, interpretasi Digital Elevation Model, manifestasi panas bumi, dan anomali gravitasi regional. Hasilnya menunjukkan dua kelompok anomali merkuri dengan karakter yang berbeda.

Zona di bagian tenggara berasosiasi dengan mata air panas serta alterasi hidrotermal yang relatif segar sehingga ditafsirkan sebagai bagian dari sistem hidrotermal yang masih aktif. Sebaliknya, zona di bagian barat memiliki kandungan merkuri tinggi dan batuan teralterasi, tetapi tidak menunjukkan manifestasi termal aktif di permukaan. Zona tersebut diinterpretasikan sebagai jejak sistem paleo-hidrotermal, yaitu sistem hidrotermal yang pernah aktif pada masa lalu tetapi aktivitasnya telah melemah atau berpindah.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa anomali merkuri tidak hanya dapat digunakan untuk mendeteksi sistem panas bumi aktif, tetapi juga dapat merekam aktivitas hidrotermal masa lalu. Pendekatan ini dapat membantu peneliti memahami perpindahan pusat aktivitas hidrotermal sekaligus memperbaiki penentuan target eksplorasi di lingkungan vulkanik yang memiliki kondisi struktur geologi kompleks.

Kolaborasi tujuh institusi

Penelitian Wae Sano ini merupakan hasil kerja sama peneliti dari tujuh institusi pendidikan dan lembaga pemerintah, yaitu:

  1. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS);
  2. National Dong Hwa University, Taiwan;
  3. Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi—Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia;
  4. Universitas Pertamina;
  5. Institut Teknologi Nasional Yogyakarta;
  6. Universitas Jenderal Soedirman; dan
  7. Universitas Ma’arif Hasyim Latif.

Komposisi institusi tersebut menunjukkan bahwa penelitian menggabungkan kontribusi perguruan tinggi, lembaga pemerintah, serta mitra akademik internasional. Data lapangan dan analisis geokimia yang digunakan dalam penelitian juga berkaitan dengan kegiatan survei lapangan panas bumi Wae Sano yang dilaksanakan bersama unit sumber daya panas bumi pada Badan Geologi. Kolaborasi tersebut memungkinkan integrasi pengalaman survei lapangan dengan pengembangan interpretasi dan metode eksplorasi di lingkungan akademik.

Arti penting RI²C bagi pengembangan penelitian ITATS

Partisipasi dalam RI²C 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian. Forum ini juga memberikan ruang bagi dosen ITATS untuk memperoleh masukan dari peneliti lain, membandingkan metode penelitian, mengenali perkembangan teknologi, serta membangun komunikasi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dari berbagai negara.

Pengaruh RI²C juga terlihat dari keberlanjutan penyelenggaraan dan jalur publikasinya. Naskah lengkap yang telah diterima, diregistrasikan, dan dipresentasikan memperoleh kesempatan untuk diajukan ke prosiding yang terindeks Scopus. Proses publikasi tetap mengikuti persyaratan mutu dan penelaahan dari penerbit sehingga presentasi dalam konferensi tidak secara otomatis menjamin penerbitan. Bagi ITATS, keikutsertaan Fajar dalam konferensi ini membantu meningkatkan visibilitas penelitian dosen pada tingkat internasional. Kegiatan tersebut juga memperkenalkan kompetensi Program Studi Teknik Pertambangan ITATS dalam bidang eksplorasi, geologi, geokimia, panas bumi, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan energi berkelanjutan.

Partisipasi ini diharapkan menjadi awal bagi penguatan kolaborasi antara ITATS, KMUTNB, dan institusi lain yang terlibat dalam penelitian. Selain menghasilkan publikasi, jejaring yang terbentuk dapat dikembangkan menjadi penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, kegiatan akademik internasional, serta pelibatan mahasiswa dalam topik energi dan sumber daya kebumian.

Similar Posts