Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) didirikan pada tahun 1963 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Teknik Surabaya (YPTS). Awalnya bernama Akademi Teknik Surabaya (ATS) yang menyelenggarakan pendidikan Diploma-3 (D3) dengan jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Sipil.Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja, pada tahun akademik 1984/1985 ATS bertransformasi menjadi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) dengan jenjang pendidikan Sarjana (S1). Hingga saat ini, ITATS memiliki 14 program studi sarjana, di antaranya Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Arsitektur, Teknik Perkapalan, Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Sistem Informasi, Sistem Komputer, dan Desain Produk. Sejak tahun 2006, ITATS juga menyelenggarakan program Magister Teknik Industri dan Magister Teknik Lingkungan.

Pada tahun 2002, ITATS melakukan restrukturisasi fakultas menjadi empat fakultas, yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknologi Mineral dan Kelautan (FTMK), serta Fakultas Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (FTETI). FTMK membawahi Program Studi Teknik Perkapalan, Teknik Pertambangan, dan Teknik Geologi.

Program Studi Teknik Pertambangan didirikan pada 2 Agustus 2002 melalui SK yang ditandatangani oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro dan memperoleh izin operasional berdasarkan SK Nomor 12427/D/T/K-VII/2012. Saat ini Program Studi Teknik Pertambangan ITATS terakreditasi Baik Sekali, dibawah Fakultas Teknologi Industri, dan berlokasi di Jalan Arief Rachman Hakim No. 100 Surabaya.

Program Studi Teknik Pertambangan ITATS memiliki visi menjadi program studi yang profesional dan terpercaya dalam pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan bermoral di bidang perencanaan serta pengawasan pertambangan mineral dan batubara yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.Tujuannya adalah menghasilkan lulusan yang profesional, kompetitif, berwawasan global, serta mampu menerapkan prinsip Good Mining Practice. Selain itu, program studi ini berkomitmen mengembangkan ilmu pertambangan, membentuk lulusan yang mandiri dan mampu bekerja sama, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai lembaga di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.