• (031) 5997244

14 Sep

Bisa dipastikan lima tahun ke depan mahasiswa Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) tak bakalan ada Drop Out (DO) karena diawal perkuliahan Mahasiswa Baru (Maba) angkatan 2012 di tranning IQ (intelektual Equation), EQ (Emosi Equation), ESQ (Emosi Spiritual Equation).
Menurut Wakil Rektor II ITATS, Ir. Bambang Setyono, MT, pembekalan pembentukan karakter dini ini disampaikan pakar motivator, Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian, tetapi yang hadir saat ini merupakan perwakilannya di Surabaya.”Materi yang disampaikan lisensi dari Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian ini,” terangnya.

  

Bambang mengatakan pembekalan pembentukan karakter ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan kampus. Tranning pembentukan karakter ini di ikuti sebanyak 700 Maba dati tujuh jurusan “Dua hari berturut-turut mereka mengikuti tranning ini dengan dibagi menjadi dua kelompok,”katanya.
Pria berkacamata ini menerangkan, ketika siswa sekolah masuk perguruan tinggi itu pastinya akan mengalami banyak perubahan. Baik perubahan belajar, tanggungjawab bahkan pergaulan. Adanya perubahan itu di butuhkan untuk membentengi diri mahasiswa supaya tak salah dalam bertindak.

Pergaulan dan wawasan yang bertambah luas di dalam lingkungan kampus, bisa menjadi masukan bagi mahasiswa mengetahui banyak hal, baik bersifat positif maupun negatif, Melihat pengaruh itu, diharapkan mahasiswa bisa bersikap lebih bijak dalam menentukan hasil akhir dari pendidikannya.

Karena itu, sejak dini mahasiswa diajak untuk selalu mengingat tujuan awalnya masuk kampus ITATS ini. Caranya dengan menuliskan cita-citanya pada spanduk yang nantinya akan dipasang kembali ketika maba ini mengikuti ujian semester. “Setiap ujian semester akan kembali di dinding ruang ujian mahasiswa,” terangnya.

Dengan tujuan, lanjutnya, supaya menjadi pendorong mahasiswa dan meluruskan kembali, dampak-dampak negatifnya sehingga tak mengganggu kuliahnya. “Banyal mahasiswa yang meninggalkan bangku kuliah karena mereka tak kuat dengan pengaruh negative dari luar sehingga mereka memilih putus di tengah jalan,” tegas Bambang.

Bambang berharap, melalui training IQ, EQ dan ESQ, mahasiswa menjadi mahasiswa tangguh, bertanggungjawab, bermanfaat bagi kehidupannya dan masyarakat.

Sumber :Kamis Kliwon, 13 September 2012 Bhirawa