• (031) 5997244

05 Sep

  • By admin
  • In Berita
  • Comments Off

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) merupakan salah satu kampus yang mendapat penghargaan sebagai Kampus Unggulan di Jawa Timur. Hingga 2017, tercatat, ITATS telah mengantongi penghargaan tersebut selama 5 tahun berturut-turut. Keberhasilan kampus ITATS diikuti pula oleh keberhasilan dosen dalam membantu menyelesaikan permasalah yang terjadi di masyarakat. Usaha untuk membantu penyelesaian masalah masyarakat didukung oleh program kerja Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ristekdikti. Tahun 2017 ini, dosen ITATS mendapat 8 paket dana hibah pengabdian yang terdiri atas 6 hibah Iptek bagi Masyarakat (IbM) dan 2 hibah Iptek bagi Peningkatan Produksi Ekspor (IbPE). Salah satu kegiatan IbPE yang dilakukan antara lain berjudul IbPE Produk Berbahan Kertas Bekas Semen dan Kardus di Surabaya, Jawa Timur yang bertujuan untuk membantu peningkatan ekspor produk UKM. Pelaksananya adalah Dr. Agus Budianto, M.T. dari Jurusan Teknik Kimia, Suhartini, S.T., M.T., dan Suparjo, S.T., M.T. dari Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu pengrajin Hey Startic. Pengrajin ini berlokasi di Jalan Jemursari, Surabaya, 60237. Berdasarkan pengamatan tim dosen IbPE, diketahui bahwa pengrajin HeyStartic memanfaatkan kertas bekas semen yang biasanya dibuang begitu saja. Ide yang cemerlang muncul untuk memanfaatkan tangan-tangan terampil dari pengrajin Hey Startic sehingga kertas-kertas bekas itu mampu disulap menjadi barang dengan nilai tambah. Produk yang dihasilkan mulai laku di pasar internasional. Kertas bekas semen mampu diubah menjadi berbagai model fashion seperti tas kantor, tas fashion, tempat pensil, dompet STNK, tas laptop, dompet, dan sepatu. Namun demikian, timbul permasalahan. Pengrajin Hey Startic belum mengetahui dengan pasti kualitas produk, ketahanan air terhadap tas berbahan kertas semen, peralatan yang masih konvensional, dan pemasaran (pameran). Sebagian produk kadang tembus air dan sebagian yang lain kadang warnanya luntur.

Produk UKM dari Kertas Bekas Semen

Produk UKM dari Kertas Bekas Semen

Tim akhirnya menyusun proposal untuk kegitan ini dengan skim IbPE. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk mitra sehingga dapat menambah peluang ekspor dan berdaya saing di pasar internasional. Metode pelaksaannya dilakukan melalui perbaikan dalam lima bidang. Perbaikan pada bidang bahan baku, bidang produksi, bidang proses, bidang manajemen, dan bidang pemasaran. Bahan baku dari kertas berhasil diperbaiki kualitas tahan airnya, bidang proses diperbaiki dengan penggunaan bahan alami, sedangkan bidang manajemen dan pemasaran berhasil diperbaiki dengan sistem pemasaran online yang terhubung dengan biaya pengiriman. Hasil kegiatan program ini adalah pengrajin Hey Startic mendapatkan produk dengan ketahanan air yang baik. Pengrajin Hey Startic dapat menyempurnakan peralatan produksi. Pengrajin Hey Startic memiliki kemampuan dalam menerapkan perencanaan dan pengendalian produksi. Pengrajin Hey Startic mampu melakukan teknik pelapisan pewarnaan, mendesain produk, menerapkan struktur organisasi fungsional, marketing online berbasis ekspor. Program IbPE ini berhasil meningkatkan kualitas produk sehingga produktivitas pengrajin Hey Startic dapat meningkat dan berdaya saing di pasar internasional.

Produk UKM Berupa Berbagai Tas yang Menarik dari Kertas Bekas yang Siap Dipasarkan ke Luar Negeri

Produk UKM Berupa Berbagai Tas yang Menarik dari Kertas Bekas yang Siap Dipasarkan ke Luar Negeri

Produk-produk ini dapat dibeli dan dipesan secara online pada alamat https://startic.co yang sangat menarik.

Salah Satu Tampilan Website yang Dikembangkan Dosen ITATS Melalui Program IBPE yang Dibiayai DRPM Ristek-Dikti

Salah Satu Tampilan Website yang Dikembangkan Dosen ITATS Melalui Program IbPE yang Dibiayai DRPM Ristekdikti