Tentang Teknik Arsitektur

 

Latar Belakang

Pendidikan Arsitektur di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) berdiri pada bulan September 1984, didasarkan pada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No : 070/0/1985 tanggal 18 Pebruari 1985, dengan status : TERDAFTAR. Pada saat itu jumlah masa studi total ditempuh dalam 9 semester (60 sks) dengan 72 mata kuliah. Status DIAKUI diperoleh pada 1992, didasarkan pada Surat Keputusan Dirjen DIKTI No : 456/DIKTI/Kep/1992. Perubahan status ini tidak merubah struktur kurikulum.

Perubahan kurikulum dilakukan bersamaan dengan keluarnya Keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, Nomor : 0218/U/1995 tentang Kurikulum Nasional Program Sarjana Ilmu Teknik. Dalam perubahan tersebut, jumlah sks berubah menjadi 144 sks, dengan 54 jenis mata kuliah. Tentu saja, Kurikulum Nasional menjadi rujukan utama dalam menyusun kurikulum baru. Perubahan ini menyebabkan masa studi normal menjadi lebih cepat, yaitu 8 semester.

Prestasi cukup bagus diperoleh dengan meraih peringkat B pada Akreditasi Nasional 1998, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi No : 01905/Ak-II.1/ATDTEA/XII/1998. Karena evaluasi kurikulum harus dilakukan secara rutin (5 tahun sekali), maka pada 2000 dilakukan evaluasi terhadap kurikulum 1995. Beberapa isu sentral juga diangkat sebagai landasan dalam menyusun kurikulum 2000, antara lain : persiapan menghadapi persaingan bebas yang kompetitif pada 2003, standar keprofesian yang harus dirujuk (IAI, UIA), semakin meluasnya bidang-bidang arsitektur yang harus ditangani, dan rujukan pilar pembelajaran dari Konsep Pendidikan Abad 21 (pendidikan sepanjang hayat) dari Komisi Internasional UNESCO. Hasil evaluasi dirumuskan dalam Kurikulum 2000, dengan total sks dan lama masa studi tetap. Perubahan terletak pada jumlah mata kuliah, menjadi 61 SKS. Mata kuliah pilihan juga bertambah banyak (3 mata kuliah pilihan dengan total 8 sks). Pengelompokan mata kuliah dari 3 kelompok menjadi 5 kelompok, disesuaikan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No : 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, yaitu kelompok : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Ketrampilan dan Keahlian (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) dan Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB).

Pada 2004, prestasi baik diraih jurusan, dengan keberhasilannya mempertahankan peringkat Akreditasi Nasional yaitu B, berdasarkan Surat Keputusan No : 10/BAN-PT/Ak-VII/S1/IV/2004. Pada 2004 juga dilakukan evaluasi kurikulum 2000, dengan mengangkat isu utama : Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kurikulum baru tersebut (Kurikulum 2004), membuka peluang seluas-luasnya bagi setiap mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, bakat dan minatnya. Untuk itulah, jurusan membuka beberapa konsentrasi yang dapat dipilih. Konsentrasi ini akan memberi warna pada masing-masing lulusan, sesuai dengan bidang minat yang dipilih.

 

Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan (educational objectives) di Jurusan Teknik Arsitektur ITATS adalah :

  1. Agar mahasiswa mampu menggali, menumbuhkembangkan dan mengoptimalkan kemampuan individunya sebagai bekal untuk membentuk sikap keprofesionalan didasarkan pada kompetensi individual.
  2. Mendidik mahasiswa untuk menumbuhkan sikap mental profesionalisme yang beretika dalam menghadapi persaingan bebas di era global ini.
  3. Membekali mahasiswa agar dapat memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan sebagai seorang arsitek profesional.
  4. Mendidik dan melatih mahasiswa untuk mampu membuat suatu rancangan arsitektural dari skala kecil / lingkungan hingga besar secara terpadu dan komprehensif.
  5. Mendidik dan melatih mahasiswa untuk mampu memberdayakan dan mengembangkan potensi lokal yang diformat dalam konteks kekinian tanpa kehilangan jatidirinya.
  6. Mendidik dan melatih mahasiswa untuk tanggap terhadap perkembangan teknologi masa kini dan menggunakannya dalam kegiatan rancang bangun arsitektural
  7. Membekali kemampuan intelektual pada mahasiswa agar dapat mengembangkan dirinya di bidang profesionalisme, birokrasi dan bidang-bidang lain melalui pendidikan berkelanjutan.
  8. Agar mahasiswa mempunyai kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dalam melakukan kegiatan perencanaan dan pembangunan.
  9. Agar mahasiswa mempunyai kemampuan dan insting yang kuat untuk berwirausaha, khususnya di bidang arsitektur.

 

Kompetensi Teknik Arsitektur

 

KONSENTRASI

Konsentrasi yang dibuka di Jurusan Teknik Arsitektur adalah Bidang Studi Arsitektur dengan beberapa konsentrasi, antara lain :

  1. Konsentrasi Bidang Perumahan dan Permukiman
  2. Konsentrasi Bidang Perancangan Kota
  3. Konsentrasi Bidang Perancangan Ruang Luar / Lansekap
  4. Konsentrasi Bidang Perancangan dan Teknologi Bangunan
  5. Konsentrasi Bidang Perancangan Ruang Dalam (Interior)

Beban sks mendukung konsentrasi tersebut adalah 13 sks (9,03 %) dari total seluruh sks yang diberikan (144 sks).

LAPANGAN PEKERJAAN

Lapangan pekerjaan lulusan Sarjana Teknik Arsitektur, antara lain :

  • Sebagai seorang Arsitek yang bekerja di Biro Konsultan, Real Estat, Perusahaan / Instansi tertentu atau bekerja secara perorangan (free-lance) dengan keahlian sebagai :
    1. Ahli Perancang Gedung / Bangunan yang mampu merancang bangunan sederhana seperti rumah tinggal hingga bertingkat banyak / kompleks seperti hotel, perkantoran sewa, pusat perbelanjaan, bangunan olahraga, gedung konser musik, apartement, rumah susun, museum, stasiun kereta api dan lain-lain.
    2. Ahli Perancang Lingkungan / kawasan (perumahan dan permukiman, perancangan kota) yang mampu merancang kawasan pusat kota, pusat lingkungan, kampung wisata, kawasan pariwisata, peremajaan kawasan tua (preservasi dan konservasi), Pembangunan kembali (redevelopment) kawasan perdagangan di pusat kota, Permukiman Buruh Industri, dan lain-lain.
    3. Ahli Perancang Ruang Dalam / Interior yang mampu merancang : interior hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, restauran, café & diskotik, interior transportasi (kapal, kereta api, pesawat). Disamping itu, ahli interior dapat merancang elemen-elemen interior seperti meja, kursi, lemari, rak buku, dan lain-lain.
    4. Ahli Perancang Ruang Luar / Lansekap / Site Planning yang mampu merancang : kawasan industri, kawasan pariwisata / rekreasi, Kompleks Taman Budaya, Kawasan Pendidikan (Sekolah, Kampus), dan lain-lain.
    5. Ahli Perancang Sistem Bangunan, yang mampu merancang sistem struktur dan konstruksi, mekanikal dan elektrikal bangunan, perancangan bangunan hemat energi, bangunan tropis dan lain-lain.
  • Kontraktor
  • Birokrat / Pemerintahan di tingkat Pusat / Propinsi / Kota / Kabupaten di bidang Permukiman Prasarana Wilayah (KIMPRASWIL) / Dinas Pekerjaan Umum (PU), Tata Kota, Bappeda, Pariwisata, dan lain-lain.
  • Bidang Keilmuan : Dosen, Peneliti, Penulis Buku, Pemerhati masalah permukiman / perkotaan / lingkungan hidup, dan lain-lain.
  • Wiraswasta di bidang industri konstruksi / bahan bangunan.

 

Kurikulum Teknik Arsitektur

 

KURIKULUM

Konsep Kurikulum 2004 adalah Kurikulum berbasis kompetensi. Perbedaan kurikulum ini dengan sebelumnya adalah :

  1. Kurikulum ini lebih fleksibel dalam memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk memilih konsentrasi-konsentrasi yang diminatinya, sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Pemilihan konsentrasi dimulai pada awal semester 5 dan sepengetahuan dosen wali.
  2. Jumlah mata kuliah 60 mata kuliah dengan total 144 sks ditempuh dalam 8 semester. Mata kuliah wajib sebanyak 131 sks (90,97 %) dan mata kuliah pilihan konsentrasi sebanyak 13 sks (9,03 %).
  3. Jumlah Mata Kuliah Studio Perancangan Arsitektur bertambah dari 5 mata kuliah menjadi 6 mata kuliah. Sehingga mata kuliah studio perancangan dimulai sejak semester 2 dan berakhir di semester 7.
  4. Beberapa mata kuliah yang memberikan ketrampilan komputer ditambah menjadi CAD 1 dan CAD 2.
  5. Beberapa mata kuliah yang mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja ditambah porsinya, misalnya : Praktek Profesi (Kerja Praktek) ditambah menjadi 2 semester, mata kuliah penunjang parktek profesi juga ditambahkan misalnya : Etika Profesi, Hukum dan Pranata Pembangunan, dan lain-lain.
  6. Untuk memberi bekal mahasiswa di bidang penelitian, diberikan mata kuliah Metode Penelitian Arsitektur (di semester 6).
  7. Metoda pembelajaran pada Kurikulum Berbasis Kompetensi ini akan berubah pola dan proses belajar mengajar.